NGABANG, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Landak Beny Riyanto mengharapkan kepada masyarakat Kabupaten Landak adanya kerjasama dan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Landak dalam penyelesaian tunggakan rekening listrik di Kabupaten Landak.
“Kemarin kita sudah mencetak lembarnya sudah 91, sudah kita tagih 87 lembar. Mungkin sekarang rekening muncul lagi, artinya nambah lagi,” kata Beni Ryanto, kepada awak media, diruang kerjanya.
Dikatakan Beny, pihaknya mulai kelapangan Selasa (02/04/19) hari ini. Namun sebelum turung ke lapangan. Akan menyortir daerah-daerah yang akan akan didatanggi, menginggat untuk wilayah kerja ada 9 kecamatan se Kabupaten Landak.
“Dukungan dari para media juga kami harapkan agar masyarakat bisa berkerjasama membayar tunggakan rekening listrik,” harap Budi yang pernah berkerja di Distribusi Unit Induk Wilayah PLN Kalimantan Barat.
Disinggung berapa besar tunggakan rekening listrik di Kabupaten Landak, pria yang belum lama menjabat orang nomor satu di PLN Unit Layanan Pelanggan Ngabang ini lebih jauh ia menegaskan sampai akhir bulan Maret 2019 mencapai Rp. 10 miliar lebih.
“Sekarang sudah masuk bulan April, otomatis bertambah tunggakannya. Kalau kita rengking tunggakan se Kalbar. Kita tunggakan paling teratas. Maka dari itu kami berharap kepada masyarakat adanya kerjasma dan dukungan. Target kami di bulan April 70 lembar. Nanti pada bulan Mei targetnya lain lagi,” kata Beni.
Beni menyadari untuk menurunkan tunggakan itu tidak mudah, oleh sebab itu ia bersama tim akan melakukan turun lapangan dengan mendatanggi masyarakat. “Kami selalu memberikan keringanan kepada masyarakat dalam hal membayar. Dicicil bisa sehingga masyarakat merasa terbantu,” harap Beni.
Beni juga menambahkan PLN punya program baru yaitu “Tambah Daya 50 %”. Ini dikhususkan untuk Rumah Tangga 5% dari total biayanya. Program baru ini, dengan target 500 lebih pelanggan untuk tambah dayanya.
Penulis: HI74













