Home / Kalbar

Senin, 27 April 2020 - 19:33 WIB

Presiden MADN Perintahkan Untuk Tidak Melaksanakan Gawai Dan Patuhi Protokol COVID-19

LANDAK – Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs. Cornelis, MH yang juga Anggota Komisi II DPR RI menghimbau kepada masyarakat terutama masyarakat adat Dayak untuk mentaati apa yang sudah dihimbau atau aturan-aturan yang telah dikeluarkan oleh Presiden RI.

“Bahwa pada saat ini kita mengalami bencana Nasional dalam menghadapi wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang berjangkit begitu cepat oleh manusia, dari manusia yang satu ke manusia yang lain, Jadi saya harapkan masyarakat kita mentaati apa yang sudah menjadi anjuran pemerintah yang telah di tetapkan seperti berdiam diri di rumah, tidak mengumpulkan orang banyak dan pada saat ini masyarakat tidak melaksanakan gawai-gawai saat wabah COVID-19 ini belum selesai,” Terang Cornelis saat di temui awak media di kediamannya, Senin (27/04/20).

Menurut penjelasan Menteri Dalam Negeri sambung Cornelis pada saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Mendagri, KPU, DKPP, Panwaslu beberapa waktu yang lalu ada 208 Negara yang terjangkit oleh Corona Virus Disease (COVID-19).

Baca juga  Erma Ranik Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR

“Presiden RI telah memperkirakan wabah ini akan mereda pada Ahir tahun ini, supaya jangan berkelanjutan penyebarannya ini atau masyarakat yang terjangkit, sekali lagi saya anjurkan untuk melaksanakan anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini,” terang Cornelis.

Presiden MADN berharap kepada masyarakat adat Dayak untuk bisa menahan diri, tidak melaksanakan gawai-gawai atau pesta, jika memang sudah terjadwalkan mohon di tunda terlebih dahulu, serta tidak pergi ke daerah-daerah yang rawan, selain dari pada itu masyarakat yang datang dari daerah-daerah rawan atau Zona merah segera melaporkan diri kepada Posko Penanganan Covid-19 baik posko di Desa, Kecamatan atau pun Kabupaten.

“Karena situasi ini kita tidak tau kapan berahirnya, apalagi sekarang ada tanda-tanda atau orang tanpa gejala (OTG) tertular COVID-19, hal ini yang membuat pemerintah sulit untuk menanganinya, sehingga kita tidak perlu pergi ke daerah-daerah yang rawan atau zona merah dan termasuk tidak melaksanakan gawai,” Tegas Cornelis.

Baca juga  Kado Jumadi , Putra Perbatasan Raih Predikat Terbaik Lulusan Tamtama Infanteri

Ia juga mengatakan pemimpin-pemimpin kita baik dari ketua RT, Kadus, Kades, Camat, Kepala Daerah di semua tingkatan dan Presiden atau pun Kepala Negara di seluruh dunia ini sulit dalam menghadapi situasi yang tidak punya kepastian ini.

“Mari kita bersama-sama mentaati aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yang dikenal dengan protokol COVID-19 supaya dilaksanakan dan di patuhi, kalau tidak di patuhi akan semakin banyak korban, karena apapun yang dilakukan oleh pemerintah tanpa dukungan masyarakat akan sia-sia,” Tutup Cornelis.

Penulis: MC

 

Share :

Baca Juga

Kalbar

Peringati Hari Anak Nasional, Frederika Ajak Anak-Anak Makan Ikan

Kalbar

Siapkan Keberhasilan Suatu Operasi Militer, Kodam XII/Tanjungpura Mantapkan Doktrin Pelaksanaan Komando dan Pengendalian Operasi

Kalbar

Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk

Kalbar

Dandim 1204 Sanggau Tinjau Gudang Gabah di Lumut Toba

Kalbar

Kepesertaan Bayi Di BPJS Kesehatan Masih Rendah

Kalbar

KH Sholahuddin Al Ayyubi: MUI Perlu Pahami Dua Tanggung Jawab Penting

Kalbar

Nicho Penyanyi Asal Landak Soting Lagu “Terlanjur Cinta” di Garap di Sanggau

Kalbar

PDKS Dukung Langkah Gubernur Cornelis Tolak Paham Radikal
error: Content is protected !!