Home / Nasional

Jumat, 1 Mei 2020 - 14:09 WIB

Parah, Iklan Lowongan Kerja Anjlok 70 Persen Akibat Corona

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat iklan lowongan kerja merosot 70 persen selama masa pandemi Covid-19. Sementara itu, jumlah perusahaan yang memasang iklan lowongan kerja berkurang 50 persen.

“Jadi dari sisi perusahaan memang kelihatan jumlah lowongan kerja turun,” ungkap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam rapat virtual bersama Komisi XI DPR, Kamis (30/4).
Penurunan lowongan kerja paling tajam berasal dari sektor akomodasi makanan dan minuman, perdagangan, dan pengolahan. Menurut Kecuk, data per sektor tersebut dapat menjadi salah satu rujukan pemerintah memetakan sektor terdampak parah Covid-19.
“Pergerakan di sektor ini jadi kunci penting mana-mana yang perlu intervensi supaya nantinya bisa terjadi pemulihan yang sangat cepat,” ujarnya.

Baca juga  Dicabut, Ribuan Izin Usaha Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan

Berkurangnya jumlah lowongan kerja tersebut terkait dengan tekanan pada perusahaan imbas dari Covid-19. Bahkan, banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat total pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan per 20 April 2020 mencapai 2,08 juta pekerja. Lebih dari setengahnya berasal dari sektor formal yang terkena imbas wabah virus corona.
Jumlah pekerja dari sektor formal korban PHK dan dirumahkan mencapai 1,54 juta orang. Kemudian, khusus di sektor informal jumlahnya sebanyak 538 ribu pekerja.

Baca juga  Tambang Ilegal Kaltim: Kejahatan Terorganisir yang Dibiarkan Merajalela

Sementara, jumlah perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya tercatat sebanyak 116,37 ribu perusahaan. Angka itu terdiri dari 84 ribu dari perusahaan di sektor formal dan 31 ribu perusahaan di sektor informal. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Nasional

Subsidi Motor Listrik Baru Laku 114 unit, Masyarakat Kurang Berminat?

Nasional

Riuh Keluhan di Medsos, Kemenkeu 3 Kali Minta Maaf dalam Sehari

Nasional

Simulasi Fiskal: Efisiensi Hingga Rp205 Triliun Masih Dimungkinkan

Nasional

SMRC: 76,6% Responden Puas dengan Kinerja Jokowi, tetapi Rasional soal Perpanjangan Masa Jabatan

Nasional

Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berat Paniai Tolak Terlibat Persidangan

Nasional

Tok! Pelaku Bom Bali 2002 Diganjar Penjara 15 Tahun

Nasional

Ekonom: Belanja Pemilu Tak Akan Berdampak Signifikan pada Pertumbuhan Ekonomi 2024

Nasional

Kasus Covid Diprediksi Naik Sampai Akhir 2022
error: Content is protected !!