H. Gusti. Gusti Boy Sulaiman (Foto: One)
NGABANG – Haji Gusti Boy Sulaiman Kerabat Keraton Ismahayana Landak mengatakan Si Kanyut adalah keris pusaka Keraton Ismahayana Landak bukan tongkat komando raja.
“Selama ini si Kanyut berada di Keraton didalam salah satu kamar bersama barang pusaka lainnya. Contoh, waktu pihak Keraton Ismahayana berkunjung untuk memenuhi undangan dari Keraton Jogja. Si Kanyut dibawa oleh Gusti Suryansyah dan setelah itu dikembalikan oleh beliau ke tempat asalnya (Keraton Ismahayana),” kata Boy Sulaiman.
Begitu juga sekarang, waktu menghadiri acara di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, beliau mengambil lagi si Kanyut dari Keraton, tetapi sepulangnya beliau dari Kalteng, beliau belum sempat mengembalikan lagi si Kanyut ke Keraton Ismahayana Landak dan beliau lebih dulu menghadap Yang Maha Esa.
“Kasihan Fiqri yang menjadi korban dari satu dua orang yang tega membuat berita bohong di media, ingat jeruji besi menanti,” kata Boy Sulaiman.
Untuk adikku Utin Sri Lena, carilah juru bicara yang mengerti akan sejarah bukan ahli seprah. Waktu pengukuhan Gusti Suryansyah menjadi pangeran ratu, Ibu Utin Lena dimana? kirim salam pun tak ada.
“Sekarang lebih banyak bicara terutama mengenai si Kanyut. Sepertinya Ibu Lena begitu menyayangi si Kanyut. Ingat bu, si Kanyut itu cowok loh,” tegasnya.
Lebih lanjut mengenai Rumah Kuning akan dilakukan perbaikan?
.
“Memang benar, jika waris rumah kuning ada 3 rumpun. Saya yakin, semua rumpun setuju jika rumah tsb di renovasi. Rumpun Utin Sumarni menunjukkan tanggung jawabnya. bukan hanya mendiami tanpa rasa memiliki. Saya rasa hanya rumpun bambu abu-abu yang tidak setuju,” tukasnya.
Penulis: Hrn
Editor: One













