Glorio Sanen Sekum Pemuda Katolik Komda Provinsi Kalimantan Barat.
NGABANG,LANDAK – Pemuda Katolik salah satu Ormas yang menyoroti formasi guru agama calon aparatus sipil negara (ASN) di lingkungan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2021.
Mereka sangat menyangkan tidak ada penerimaan untuk guru non Islam.
“Menyikapi masalah ini disambut baik oleh Pak Cornelis. Selaku Komisi II Dapil Kalbar I.Pak Cornelispun bertemu langsung dengan Gubernur Kalbar,” kata Glorio Sanen Sekum Pemuda Katolik Komda Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (07/07/21), di Ngabang.
Menurutnya, dimana pada saat itu penundaan ASN, baik PNS dan P3K ditunda oleh pemrintah pusat.
“Disaat rapat Komisi II Menpan RB, Pak Cornelis menyampaikan kepada Pak Menpan RB terkait dengan revisi usulan,” kata Pengacara asal Kabupaten Landak ini.
Dari hasil ini, lanjutnya, komposisi guru agama non Islam sudah ada. Keberhasilan ini tidak lain campur tangan Pak Cornelis.
“Saya atas nama Sekum Pemuda Katolik Komda Provinsi Kalbar ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Cornelis dan pihak lainnya. Yang telah memberikan konsentrasi dan perjuangan perjungan tanpa lelah ini,” ucap alumi Magister Hukum Trisakti.
Mantan Calon Anggota DPD Kalbar ini berharap semua calon guru non Muslim sebisa mungkin untuk mengisi formasi tersebut.
“Ini formasinya diperuntuk guru agama tingkat SMA/SMK/Sederajat. Guru Katolik ada 9, guru Kristen 9,sedangkan Islam ada 31 guru, ” tambah pria kelahiran Ngabang, 05 Mei 1989. (One)








