Home / Politik

Jumat, 23 Juli 2021 - 19:49 WIB

Berkurban Bareng Warga, Anis Matta  : Berbagi Kita Kuat

JAKARTA – Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah memasuki tahun kedua, dimana belum ada tanda-tanda yang menunjukkan kapan krisis berlarut ini akan berakhir.  Namun,  masyarakat tetap merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dengan tradisi berkurban.

Sebab, tetap tradisi berkurban merupakan perwujudan spirit berbagi, yang tidak memandang situasi krisis berlarut atau tidak. Masyarakat tetap saling mencintai dan saling menopang, meski negara sedang goyah dihantam badai krisis.

“Alhamduillah saya telah menyalurkan 3 ekor sapi di tiga tempat di sekitar kediaman saya. Ternyata di tiga tempat yang terdiri dari dua RT (Rukun Tetangga) ini saja, ada sekitar 20 sapi kurban. Ini sangat mengagetkan, karena terjadi di tengah krisis,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Menurut Anis Matta, hal ini merupakan suatu pertanda bahwa tradisi berkurban telah merasuk ke dalam jiwa masyarakat sedemikian kuatnya. Bahkan krisis pun tidak bisa menghentikan, dan malah sebaliknya, krisis ini memicu mereka untuk berkurban lebih banyak.

Baca juga  Gugat UU Pilkada, Partai Gelora Nilai Syarat Pengusulan Pasangan Calon Kepala Daerah Bertentangan dengan Konstitusi dan Yurisprudensi Putusan MK

“Kalau ada yang bisa kita pahami dari situasi seperti itu, adalah merupakan suatu pertanda , bahwa masyarakat kita ini kuat dan solid. Mereka saling mencintai, mereka berbagi,” katanya.

Anis Matta menilai tradisi berkurban tradisi berbagi, yang tidak melihat agama maupun etnisnya. Sehingga dengan tradisi berbagi tersebut,  maka rakyat memiliki kekuatan tersendiri dalam menghadapi krisis berlarut saat ini

“Saya yakin pada dasarnya rakyat kita memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya sendiri. Bahkan ketika negara menghadapi krisis yang jauh lebih besar dari kapasitasnya untuk menyelesaikannya,” ujat Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia berharap bahwa tradisi berkurban bisa dikukuhkan sebagai solusi untuk mengatasi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 ini.

Baca juga  Pengamat: Kalau Aturan Diterabas demi Gibran Jadi Ketum Golkar, Itu Buat Bangsa Ini Jadi Rusak...

“Melalui memomentum ini,  kita ingin sekali lagi mengkukuhkan tradisi berkurban. Ini sekaligus menunjukkan, bahwa rakyat dengan rakyat bisa menyelesaikan masalahnya sendidiri,” tandasnya.

Anis Matta menegaskan, makna dari berkurban itu adalah sebuah pengorbanan. Prinsipnya kesejahteraan tersebut tidak hanya dinikmati sekelompok kecil saja, melainkan juga oleh semua orang, baik si kaya dan juga si miskin dengan tradisi berkurban tersebut.

“Kita mendapatkan satu kenyataan baru, bahwa berbagi itu membuat kita lebih kuat. Inilah sistem yang dicari oleh dunia sekarang, tidak membedakan agama dan negara, serta bersifat multi etnis yang memungkinkan kita sejahtera secara kolektif dan menjadi masyarakat modern,” pungkasnya. (R)

Share :

Baca Juga

Politik

Kuliah Umum Hasto Di Untan, Karolin : Mahasiswa Bisa Belajar Dari Soekarno

Politik

Bakal Cagub Lulus Tes Kesehatan

Politik

Dicatut untuk Investasi Bodong, Partai Gelora akan Laporkan Akun Gelora Indonesia Sekuritas ke Bareskim Polri dan OJK

Politik

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan yang Serius untuk Lindungi Pergerakan Masyarakat agar Tak Frustasi

Politik

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Kian Unggul Jelang Pilpres 2024

Politik

Anis Matta Ingatkan 5 Tantangan Besar Indonesia di Tengah Krisis Yang Kompleks

Politik

Sindiran Gibran untuk Wartawan yang Tanyakan Statusnya di PDIP

Politik

Ketua Soksi Landak Ucapkan Selamat HUT ke-61 Partai Golkar: Harap Golkar Semakin Maju dan Berkembang
error: Content is protected !!