Home / Internasional

Selasa, 27 Juli 2021 - 05:47 WIB

Kehadiran Pasukan AS Jadi Fokus Pertemuan Biden dan PM Irak

Tentara AS yang mengenakan masker terlihat saat upacara serah terima pangkalan militer Taji dari pasukan koalisi pimpinan AS kepada pasukan keamanan Irak, di pangkalan utara Baghdad, Irak 23 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein mengatakan kepada VOA pekan lalu, ia memperkirakan kedua pihak akan menyepakati diakhirinya misi tempur AS di Irak.

AS memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak sebagai bagian dari upaya koalisi pimpinan AS untuk memerangi kelompok ISIS yang dimulai pada tahun 2014.

Kedua negara sepakat pada April lalu untuk mengubah misi pasukan Amerika, berfokus pada peran pelatihan dan penasihat untuk membantu pasukan keamanan Irak, tetapi tidak ada jadwal waktu mengenai penuntasan transisi itu.

Tentara AS membersihkan puing-puing di pangkalan udara militer Ain al-Asad di Provinsi Anbar, Irak barat. (Foto: AFP)
Tentara AS membersihkan puing-puing di pangkalan udara militer Ain al-Asad di Provinsi Anbar, Irak barat. (Foto: AFP)

Irak menyatakan kemenangan atas militan ISIS pada tahun 2015. Namun, kelompok tersebut telah mempertahankan kehadirannya di kawasan, termasuk dengan melancarkan serangan bom bunuh diri di sebuah pasar di Irak pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 30 orang.

Pertemuan pada Senin (26/7) juga berlangsung di tengah-tengah serangan yang berlanjut terhadap posisi-posisi militer AS di Irak yang menurut AS dilakukan oleh milisi-milisi terkait Iran. Pada 24 Juli, seorang komandan milisi pro-Iran mengeluarkan pernyataan yang mengancam akan menyerang pasukan AS di dalam negara itu dan menyerukan penarikan pasukan. Serangan pesawat nirawak pada hari Sabtu lalu menghantam sebuah pangkalan militer di kawasan Kurdistan Irak yang menampung pasukan AS.

Kehadiran pasukan AS merupakan isu yang menimbulkan perselisihan pendapat di Irak. Sebagian kalangan menyebutkan tentang perlunya dukungan militer AS untuk pasukan keamanan Irak, dan yang lainnya, termasuk faksi-faksi politik terkait Iran, menyerukan agar pasukan Amerika pergi meninggalkan negara itu.

Selain mengenai militer, Biden dan al-Khadimi juga diperkirakan akan membahas berbagai topik mengenai kerja sama mendatang dalam bidang politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan. [uh/ab]

Sumber: VOE

Share :

Baca Juga

Internasional

Board of Peace dan Palestina Merdeka: Belajar dari Sejarah “Committee of Good Offices” dan Sejarah Indonesia Merdeka

Internasional

Arab Saudi Minta Warganya Segera Tinggalkan Lebanon

Internasional

Biden: Jalan Menuju Tirani Dimulai dengan Hancurnya Kebenaran

Internasional

Dolar AS Ditinggalkan, Negara-negara ASEAN Sepakat Pakai Mata Uang Lokal

Internasional

Bicara di PBB, RI Tawarkan Tatanan Dunia Berbasis “Win-Win” Bukan “Zero-Sum”

Internasional

EKSODUS CHINA

Internasional

Topan Khanun Picu Evakuasi 39 Ribu Peserta Jambore Dunia

Internasional

Filipina Akan Habisi Perempuan dan Anak-anak yang Berperang untuk ISIS
error: Content is protected !!