Home / Internasional

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 09:38 WIB

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Diri di Masjid Syiah di Afghanistan, ISIS Klaim Tanggung Jawab

Warga memeriksa kerusakan di dalam masjid di Kunduz, Afghanistan, setelah serangan bom berlangsung saat sholat Jumat (8/10).

VOA – Bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di kota Kunduz, Afghanistan menewaskan sedikitnya 55 orang yang sedang beribadah sholat Jumat menurut kantor berita AFP. Serangan ini menjadi serangan yang paling mematikan sejak pasukan AS meninggalkan negara itu.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri itu yang juga melukai ratusan orang lainnya seperti yang dilaporkan Reuters. ISIS telah berkali-kali menargetkan kelompok Syiah untuk semakin mengacaukan situasi di Afghanistan yang sebagian besar warganya adalah Muslim Suni.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan lewat aplikasi pesan Telegram ISIS mengatakan seorang pelaku bom bunuh diri ISIS “meledakkan rompi di tengah-tengah kerumunan Muslim Syiah di dalam masjid.

Narasumber di RS Kunduz mengatakan ada 35 orang yang tewas dan lebih dari 55 orang yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit tersebut. Sementara itu Doctors Without Borders (MSF) mengatakan 20 orang tewas dan puluhan orang luka-luka lainnya dilarikan ke rumah sakit mereka.

 

Taliban Pastikan Berlakunya Kembali Hukum Syariah di Afghanistan

Matiullah Rohani, direktur budaya dan informasi di Kunduz, untuk pemerintah Taliban yang baru mengonfirmasi kepada AFP bahwa ledakan itu merupakan bom bunuh diri dan 46 tewas dan 143 luka-luka akibat serangan itu.

Mulawi Dost Muhammad, kepala keamanan Taliban di Kunduz, menuduh pelaku serangan mencoba untuk memecah belah umat Syiah dan Sunni dan bersikeras tidak ada ketegangan antara Taliban dan kelompok minoritas itu.

“Kami berjanji kepada saudara-saudara Syiah kami bahwa setelah ini, kami akan memberikan bantuan kemanan kepada mereka dan masalah seperti ini tidak akan terjadi lagi pada mereka,” ujarnya.

Warga membawa mayat korban serangan bunuh diri di masjid Syiah di Kunduz, Afghanistan, pada Jumat, 8 Oktober 2021.
Warga membawa mayat korban serangan bunuh diri di masjid Syiah di Kunduz, Afghanistan, pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Seorang saksi mata, Rahmatullah, mengatakan ada sekitar 300 hingga 400 jemaah di dalam masjid itu ketika ledakan terjadi.

Misi PBB di Afghanistan menyebut serangan ini sebagai bagian dari pola kekerasan yang menggelisahkan di Afghanistan, setelah kekerasan sebelumnya juga terjadi dalam beberapa hari terakhir di sebuah masjid di Kabul dan sebuah sekolah agama di provinsi Khost. Dalam beberapa minggu terakhir, serangan serupa juga terjadi, dan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan tersebut. [dw]

 

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

AS, Indonesia, Australia Langsungkan Latihan Militer di Tengah Kekhawatiran Akan China

Internasional

Pengacara Trump Digugat Rp18 T karena Bohong Pilpres Curang

Internasional

  Muncul Laporan Benny Gantz Akan Umumkan Mundur dari Kabinet Perang Israel

Internasional

Badan Pos Ukraina Terbitkan Perangko Bergambar Prabowo, Ini Alasannya

Internasional

Orang Tua Ngamuk Lihat PR Anaknya yang Masih TK, Langsung Pindahkan Sekolah, Jawaban Guru Dikritik

Internasional

Board of Peace dan Palestina Merdeka: Belajar dari Sejarah “Committee of Good Offices” dan Sejarah Indonesia Merdeka

Internasional

Wah ….Gawat: Perusahaan-perusahaan Internasional Berhenti Beli Sawit Indonesia

Internasional

Dr. Kao Kim Hourn Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Media
error: Content is protected !!