Home / Nasional

Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:22 WIB

Aktivis 98: Oligarki dan Pengusaha Hitam Membajak Pemerintahan Jokowi

JAKARTA, LANDAK – Oligarki dan pengusaha hitam telah membajak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan adanya kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

“Sekarang ini periode Jokowi rasa Orde Baru (Orba) di mana menguatnya kekuatan ABG (ABRI, Birokrasi dan Golkar). Oligarki dan pengusaha hitam telah membajak Presiden Jokowi,” kata Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda dalam pertemuan lintas aktivis 74, 78, 80, 90, 98 di Bogor, Minggu (17/10/2021).

Menurut Anto, pemerintahan Jokowi lahir dari reformasi dengan adanya pemilihan langsung. “Namun kita tetap mengkritisi adanya keinginan amandemen UUD 45 untuk memperpanjang jabatan presiden,” ungkapnya.

Anto mendesak pemerintahan Jokowi menyelesaikan masalah BLBI yang merugikan negara triliunan rupiah.

Ia juga meminta Presiden Jokowi memberikan kepercayaan kepada aktivis 98 untuk menangani badan pangan nasional. “Banyak aktivis 98 yang mampu mengelola badan pangan nasional,” jelasnya.

Baca juga  Satu Perwira Polres Landak Purna Bakti

Sedangkan Sekjen PPJNA 98 Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan, konsolidasi aktivis 98 di Bogor merupakan kelanjutan dari pertemuan di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. “Pertemuan ini refleksi tujuh tahun pemerintahan Jokowi jangan sampai dibajak oligarki,” paparnya.

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Sunarti mengatakan, aktivis 98 yang menduduki jabatan di pemerintahan Jokowi harus memiliki kemampuan. “Sehingga aktivis 98 memberikan solusi bagi Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Sunarti mengaku tidak tertarik masuk pemerintahan Jokowi dan tetap mengurusi buruh. “Saya tetap berada di luar pemerintahan sebagai mitra kritis,” jelasnya.

Ketua Pijar Indonesia 98 Sulaiman Haikal mengatakan, banyak penumpang gelap reformasi.

Baca juga  TPNPB-OPM Didesak Tak Lagi Serang Warga Sipil di Papua

Selain itu, Ia memuji Wali Kota Bogor Bima Arya yang berani mengkritisi Omnibus Law maupun agenda reformasi yang belum terlaksana. “Kita dorong Bima Arya menjadi tokoh nasional dengan komitmen menjalankan agenda reformasi seperti penguatan KPK,” jelasnya.

Aktivis 98 dari Bandung Rudi Suhendra mengatakan, Jokowi tersandera oligarki terlihat belum selesainya permasalahan di BUMN. “Jokowi meminta memberesi BUMN tetapi tidak teralisasi sampai sekarang,” ujar pria yang akrab dipanggil Bihom.

Bihom mengingatkan, ancaman ideologi yang mengganti Pancasila dan NKRI dengan khiafah. “Ideologi khilafah sudah masuk ke pegawai BUMN dan PNS. Itu ancaman nyata,” pungkasnya. (r)

Share :

Baca Juga

Nasional

Meredam Ancaman Krisis Pangan Tahun Depan

Nasional

Anis Matta: Berkas Verifikasi Partai Gelora Sudah Lengkap 100 Persen, Tinggal Diserahkan ke KPU

Nasional

Gaji PNS Naik 10 Kali Lipat, Rp 30 Juta Sebulan dengan Single Salary, Diumumkan Presiden 16 Agustus

Nasional

MER-C Sesalkan Penembakan Tewas Aktivis Dokter

Nasional

Dari Banten, DPN Ganas Suarakan kepada Seluruh Bangsa Indonesia Agar Tidak Melakukan Mobilitas Pasca Pengumuman Resmi KPU

Nasional

Peringatan Dini BMKG Sabtu 29 April 2023, Berikut Daftar Wilayah Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

Nasional

Punya Bukti Kuat, KPK Tak Ragu Hadapi Praperadilan Setnov

Nasional

Menkum-HAM, Yasonna H Laoly
error: Content is protected !!