Ngabang (Landak News) – Pedagang gorengan menjerit imbas mahalnya harga minyak goreng yang terjadi belakangan akhir ini. Pantuan media ini, harga minyak goreng untuk merek Tawan 1 liter Rp. 21.00-22.000 dan 2 liter Rp.42.000-44.000.
Salah seorang pedagang gorengan di Pasar Rakyat Ngabang, Berta curhat terdampak kenaikan harga minyak goreng. Dia mengaku kesulitan menaikkan harga gorengan. Satu gorengan yang biasa dia jual harga tetap dibanderol Rp1.000 per pcs, namun ukuranya yang diperkecil.
Dia pun mengaku prihatin dengan kondisi harga minyak goreng sekarang ini. Sebab, hal itu mengakibatkan modal usahanya menjadi membengkak dari sebelumnya.
“Ukurannya sekarang diperkecil, biasanya kita goreng agak besar. Sejarang jadi perkecil. Pun harga minyak goreng sudah naik menjadi Rp.20.000/liter ini kusus minyak goreng curah. Untuk yang kemasan sudah Rp.22.000/liter,” ujarnya.
Ia berharap harga minyak goreng ini bisa diturunkan lagi seperti dulu, supaya pedagang dapat keuntungan dan pembeli juga nggak mengeluhkan.
Sementara itu tempat berbeda Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Perindustrian Dan Perdagangan Rosalia Elisabat, SH mengatakan untuk menyiasati naiknya harga minyak goreng perlu adanya pasar murah.
“Pasar murah ini kita perlu kerjasama dengan pihak perusahaan misal PT. Wilmar. Kemarin kita pernah juga kerjasama dengan pihak PT. Wilmar dengan membuka pasar murah pada bulan Desember 2021. Pihak perusahaan menyedikan sekitar 2400 kg minyak goreng,” katanya.
Rosalia berjanji akan mengusahakan kerjasama kembali dalam pasar murah kepada pihak PT. Wilmar, dan siap menyurati pihak PT. Wilmar apakah mereka besedia membantu kita mengadakan pasar murah mendekati Ramadhan pada bulan April mendatang dan hari raya bulan Mei 2022.
Ia menambahakan, menyiasati naiknya harga minyak goreng dengan cara, pihaknya melakukan operasi pasar. Operasi pasar inipun sudah dilakukan, dengan temuan dilapangan harga minyak goreng bervariasi.
“Ketika pihak menteri perdagangan menginstruksikan harga Rp.14.000/liter. Kita sudah turun kepasar, ternyata setelah dicek dilapangan paling murah kita dapati Rp.14.500/liter. Bervariasi ada yang Rp.16.000/liter, dan ada yang Rp.17.000/liter, “tegasnya seraya menambahkan dari Gubernur ada surat edaran supaya pihaknya memperhatikan harga minyak goreng dipasaran.
Ia menambahkan ternyata dari ritel modrn banyak yang kosong, seperti Alpa Mart dan Indo Mart, sudah tidak menyedikan minyak goreng. (H)









