Ngabang (Landak News) – Pandemi memberikan dampak sosial negatif berkepanjangan seperti risiko putus sekolah, learning loss, dan juga kesehatan mental peserta didik.
Sadar akan hal tersebut, kini pemerintah mulai mendorong satuan pendidikan untuk segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.
Hal demikian juga dilakukan SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat, sejak bulan Januari s/d Maret 2022.
Namun, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Landak menunjukan hasil Positivity Rate (PR) membuat satun pendidikan dari PAUD, SD dan SMP Negeri/Swasta se Kabupaten Landak harus memberhentikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.
“Untuk ditahun 2022 kita sudah melaksanakan PTM Terbatas 50 % dan Daring 50%,” kata Kepala Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 2 Ngabang Elia, S.Pd, kepada media ini tadi pagi diruang kerjanya.
Ia mencontohkan kelas XI ada beberapa kelas dibagi menjadi separo separo, dibagi dalam dua sesi. Untuk XII dan XIII, Misalkan masuk dihari Seni sampai Sabtu dibagi dua sesi.
“Sesi pertama masuk pada pukul 07.30 wib sampai pukul 09.30 wib. Masuk lagi disesi kedua pukul 10.30 wib sampai dengan pukul 12.00 wib,” kata Elia.
Berjalanya waktu, seluruh sekolah tingkat PAUD, SD, SMP Negeri/Swasta mendapat surat dari Dinas Pendidikan dan Kebidayaan Kabupaten Landa tertanggal 1 Maret 2022. Untuk menghentikan PTM Terbuka. Edaran ini disampaikan mulai berlaku selama 14 hari, sejak tanggal 2 Maret s/d 16 Maret 2022.
“Belum selesai surat edaran pertama, muncul lagi surat edaran kedua, tertanggal 9 Maret 2022. Dimana penghentian itu mulai sejak berlaku tanggal 9 Maret 2022 s/d 23 Maret 2022. Direncanakan masuk pada tanggal 24 Maret 2022,” jelas Elia.
Pihaknya menunggu, seperti apa khasus Covid-19 ini, mudah-mudahan mengalami tren menurun.
Sembagaimana diketahui surat pertama Positivity Rate (PR) Kecamatan Ngabang 33,9 %, Kecamatan Menjalin 25,7 %, dan Kecamatan Mandor 22,1 %.
“Surat pertama ini hanya berlaku bagi 3 kecamatan. Masuk surat kedua tanggal 9 Maret 2022 seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Landak. Sehingga agenda kita mid semester kita tunda selama 1 minggu. Anak-anak ambil soal ke sekolah selama 3 hari secara bergiliran. Kelas XII hari Senin tanggal 14 Maret, kelas XII hari Selasa tanggal 15 Maret, dan kelas XIII hari Rabu tanggal 16 Maret. Satu kelas inipun dibagai lagi menjadi 2 ini dilakuakn agar tidak terjadi kerumunan, ” bebernya seraya berharap mudah-mudahan tidak terlalu lama PR.
Disinggung penerapan PTM Terbatas dan Daring, hambatan apa saja yang dihadapi dilapangan? Elia mengatakan Daring masih dijumpai atau ditemukan sebagain anak-anak yang belum memilik HP. Hamatan lainnya, tidak nemiliki paket atau kuwota, dan terakhir sulit jaringan.
Sementara hambatan PTM T Bahkan ketiak Taterbatas, pihak sekolah harus menyiapkan tugas-tugas anak. Kadang anak-anak untuk ambil tugas biasanya alasan jauh, tidak ada yang antar, orang tua sibuk.
“Tetapi, tatap muka awal normal dulu, tidak ada alasan-alasan seperti itu. Banyak alasan yang diungkapkan murid-murid. Bahkan ketika tatap muka banyak anak-anak terlambat masuk sekolah. Ini epek dari terbiasa lambat bangun tidur, “ tukasnya. (h)









