Home / Nasional

Minggu, 21 Agustus 2022 - 09:41 WIB

Indonesia Tidak akan Naikkan Harga BBM Pekan Depan

Seorang petugas SPBU milik Pertamina menghitung uang dari pengendara motor yang mengisi BBM di Jakarta, 31 Oktober 2014. (Foto: Darren Whiteside/Reuters)

Seorang petugas SPBU milik Pertamina menghitung uang dari pengendara motor yang mengisi BBM di Jakarta, 31 Oktober 2014. (Foto: Darren Whiteside/Reuters)

VOA – Indonesia tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi pada kuartal ini, kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kantor berita Reuters melaporkan mengutip laporan CNBC Indonesia.

Airlangga mengatakan pemerintah masih meninjau beberapa skenario terkait subsidi. Ia tidak memberi perincian.

“Tunggu rapat dengan Bapak Presiden,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah masih memformulasikan skema digital untuk membatasi distribusi BBM bersubsidi.

Karena itu, kenaikan harga BBM tidak akan diberlakukan pada kuartal ketiga tahun ini, katanya.

Sebelumnya, seorang menteri senior lain mengatakan Presiden Joko Widodo mungkin akan mengumumkan kenaikan harga BBM pekan depan untuk mengurangi pengeluaran subsidi energi. Tahun ini pengeluaran itu mencapai Rp 502 triliun, angka yang kata presiden “terlalu besar.”

Sekarang ini masyarakat membayar Rp 7.650 per liter untuk BBM bersubsidi, yang menurut para pejabat sekitar 40% di bawah estimasi harga pasar. Solar bersubsidi dijual seharga 5.150 Rupiah per liter, sepertiga di bawah harga pasar. [vm/ft]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Mirisnya Nenek Umur 70 Tahun Nekat Jual Diri jadi Langganan Anak SD, Dibayar Rp 4 Ribu Sekali Main

Nasional

55 WNA Digerebek Polisi di Rumah Mewah Duren Sawit Terkait Penipuan Jaringan Internasional

Nasional

Gunung Agung Awas, Benda Sakral di Pura Besakih Diselamatkan

Nasional

Wapres JK Akan Hadiri KTT OKI

Nasional

Siaga Perang Meluas! Prabowo Gas Swasembada Pangan, Rem Proyek IKN

Nasional

Program Makan Bergizi Gratis: Untuk Generasi Sehat & Cerdas

Nasional

PPATK Ungkap 10 Negara Penyumbang dan Penerima Dana Terbesar ACT

Nasional

Sekitar 70% Pesawat Ditangguhkan karena Risiko Keamanan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Maaf
error: Content is protected !!