Home / Nasional

Kamis, 2 Maret 2023 - 08:03 WIB

Hari Pendengaran Sedunia: Tak Hanya Lansia, Generasi Muda Kini Alami Penurunan Fungsi Pendengaran

ILUSTRASI - Aktris dan aktivis Irak, Zahraa Ghandour, memperbaiki anting-antingnya setibanya di karpet merah Festival Film El Gouna edisi ke-5 di resor Laut Merah El Gouna, Mesir, 21 Oktober 2021. (PATRICK BAZ / Festival Film El Gouna)

ILUSTRASI - Aktris dan aktivis Irak, Zahraa Ghandour, memperbaiki anting-antingnya setibanya di karpet merah Festival Film El Gouna edisi ke-5 di resor Laut Merah El Gouna, Mesir, 21 Oktober 2021. (PATRICK BAZ / Festival Film El Gouna)

JAKARTA – Penurunan fungsi pendengaran tak hanya dialami kaum lanjut usia. Generasi muda juga berpotensi besar mengalami penurunan fungsi pendengaran yang berujung pada tuli. Hari Pendengaran Sedunia, 3 Maret ini, menjadi momen penting kampanye menjaga telinga sebagai indera pendengaran berfungsi baik.

Deretan remaja tampak duduk di salah satu sudut kota Solo, Rabu (1/3). Mata mereka asik menatap layar gawai dan telinga memakai earphone.

“Main game online. Lagi seru nih. Pakai earphone biar suaranya semakin mantab,” ujar Reza, remaja berusia 20 tahun ini.

Kementerian Kesehatan mencatat generasi muda berpotensi mengalami gangguan pendengaran akibat pemakaian earphone, headset maupun earpod – piranti penyuara telinga dengan atau tanpa kabel yang volumenya dapat dikendalikan oleh pengguna, tanpa mengganggu orang di sekitarnya.

Dalam konferensi pers “Hari Pendengaran Sedunia” secara daring hari Rabu (1/3), Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Dr. Eva Susanti mengatakan kemajuan teknologi memberi tantangan besar pada generasi muda.

“Tantangan semakin meningkat karena kebiasaan baru selama dan pasca pandemi generasi muda semakin dekat dengan teknologi gawai, memakai piranti dengar. Bahkan mereka abai dengan kesehatan telinga atau pendengarannya. Data WHO, diperkirakan 1 hingga 1,5 milyar anak muda di dunia berpotensi mengalami penurunan fungsi pendengaran karena paparan bising dengan mendengarkan musik, game online, dan sebagainya melebihi batas,” jelas Eva.

Baca juga  Terhambat Data Aplikasi Yang Tidak Sinkron, Landak Tidak Mendapatkan Kuota Vaksin

Lebih dari 50 persen generasi muda usia 12-35 tahun mendengarkan musik atau bermain game online di handphone atau komputer dengam volume diatas batas desibel dan berisiko menyebabkan penurunan fungsi pendengaran, tambah Eva.

Kemenkes juga mencatat sekitar 5.200an bayi di Indonesia lahir dengan kondisi tidak dapat mendengar atau tuli, suatu fenomena gunung es yang sedianya menjadi perhatian pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Telinga Hidung dan Tenggorokan PERHATI-KL, Dr. dr. Yussy Afriani Dewi mengatakan pendengaran menjadi aset penting manusia karena mempengaruhi berbagai hal, mulai dari komunikasi, perkembangan bicara dan bahasa, kognisi, edukasi, pekerjaan, kesehatan mental hingga hubungan interpersonal.

“Kami di PERHATI-KL pernah mensurvei di tahun 2022 tingkat perilaku masyarakat terhadap gangguan dengar mulai dari pengetahuan, sikap dan perilaku. Dari 1.800 responden , ternyata 1.600an diantaranya pengetahuan tentang kesehatan telinga sangat kurang, 50 persen bersikap sedang atau biasa, dan hampir 78 persen berperilaku biasa ketika mengalami gangguan pendengaran,” paparnya.

Baca juga  Satgas: Kasus positif COVID-19 per pekan naik 8,4 persen

Ia juga menjelaskan penurunan fungsi pendengaran karena gangguan pada saraf di telinga.

Lebih jauh Yussy Afriani menyoroti mahalnya alat bantu dengar dan urgensi melakukan deteksi dini telinga secara berkala.

“Harganya masih mahal. Yang bagus jutaan rupiah. Kalau tidak salah jaminan kesehatan ada cover harganya. Tapi pemakai alat bantu dengar itu merasa tidak nyaman”, ujar Yussy.

Kementerian Kesehatan memastikan pemeriksaan kesehatan telinga dan penyediaan alat bantu dengar sudah masuk dalam jaminan kesehatan BPJS. Puskesmas hingga rumah sakit akan membantu warga yang memeriksakan kesehatan telinga, dan mencari alat bantu dengar yang tepat. [ys/em]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Akhirnya Terungkap Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus di Guci Tegal, KNKT Singgung Soal Massa

Nasional

Kata Jokowi Pelaku Bom Surabaya Gunakan Anak-anak

Nasional

Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 93W, Hujan, Banjir Pesisir, Siaga 2 Provinsi

Nasional

Bom di Polsek Astana Anyar Meledak Saat Polisi Apel

Nasional

Kondisi Mengenaskan Mobil Viral Terobos Jalan Cor Basah, Gak Ada yang Menolong Semua Orang Cuek

Nasional

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Nasional

Jemaah Ponpes Al Zaytun Rela Digilir 4 Pria demi Bayar Infak Miliaran, Ada Juga yang Serahkan Anak

Nasional

Awal Mula Guru Supriyani Cabut Kesepakatan Damai,Ternyata Gegara Ucapan Bupati Konawe Selatan
error: Content is protected !!