Home / Politik

Kamis, 2 Maret 2023 - 07:57 WIB

Pengamat: Koalisi Perubahan Bisa Pecah jika Menpora Ditawarkan ke AHY

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers awal tahun 2023 terkait isu terkini dan sikap Partai Demokrat jelang Pemilu 2024 di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2023). Dalam keterangannya AHY mengatakan Partai Demokrat menolak UU Cipta Kerja serta sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers awal tahun 2023 terkait isu terkini dan sikap Partai Demokrat jelang Pemilu 2024 di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2023). Dalam keterangannya AHY mengatakan Partai Demokrat menolak UU Cipta Kerja serta sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024.

JAKARTA – Pengamat politik dari Para Syndicate, Ari Nurcahyo menilai Koalisi Perubahan yang berisi Nasdem, Demokrat, dan PKS belum kuat. Alasannya, koalisi ini belum secara resmi dideklarasikan. Menurut Ari, kondisi ini membuat Koalisi Perubahan masih berpotensi untuk gagal terbentuk.

Sebab, Partai Demokrat masih berpeluang untuk bergabung dengan koalisi lain. Terlebih, masih memungkinkan Demokrat bergabung dengan kabinet untuk mengisi posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang akan ditinggalkan kader Golkar Zainuddin Amali.

“Demokrat masih melihat peluang posisi di kabinet, AHY Menpora, tentu akan jadi pertaruhan dan bisa jadi Koalisi Perubahan gagal. Ini posisi menggantung dari Demokrat yang perlu dibaca. Salah satu kunci tawaran Demokrat masuk ke kabinet,” kata Ari, Rabu (1/3/2023).

Baca juga  Kasdam XII/Tpr Hadiri Musda X PD XV KB FKPPI Kalbar

Senada, pengamat politik dari Algoritma Research and Consulting, Aditya Perdana mengatakan, isu reshuffle kabinet memang menarik bukan semata karena Menpora mundur. Tapi, ada situasi menteri-menteri Nasdem yang kemungkinan diganti.

Hal ini jelas terkait posisi Partai Nasdem yang sudah pasti akan mengajukan capres mereka sendiri pada Pilpres 2024, yang mana berbeda dari pemerintah. Apalagi, Aditya memperkirakan koalisi pemerintah kemungkinan terbentuk lagi.

Ia melihat, perombakan kabinet ke menteri-menteri dari Partai Nasdem seperti menjadi garis tegas kepada mereka yang selama ini di pemerintahan. Nasdem, lanjut Aditya, akan diposisikan seperti PKS dan Partai Demokrat selama ini.

Aditya berpendapat, kondisi itu sebenarnya sekaligus membuat posisi Partai Nasdem menjadi semakin krusial. Sebab, Nasdem yang hanya memiliki tiga kader mereka di kabinet, kemungkinan akan tersisa satu saja yaitu Menteri LHK.

Baca juga  Ikhtisar Cuaca Kalimantan Barat Tanggal 23-24 April 2024

Sebab, seperti yang banyak diperbincangkan beberapa waktu terakhir, Menteri Kominfo dan Menteri Pertanian kemungkinan besar akan terkena reshuffle. Namun, Aditya merasa, reshuffle kabinet justru akan menguatkan posisi Partai Nasdem.

“Kalau menteri Nasdem dikurangi dua malah memperkuat narasi yang mereka bangun kalau mereka antitesa dari koalisi pemerintahan. Dengan catatan, posisi Menpora yang kosong tidak ditawarkan ke AHY (Ketua Umum Partai Demokrat),” ujar Aditya.

Sumber: REPUBLIKA

Share :

Baca Juga

Politik

Partai Nasdem Daftar 40 Bacalegnya di KPU Landak

Politik

Akhiri Ketidapastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Politik

Ya’Asurandi Terpilih Kembali Sebagi Ketua DPD PKS Kabupaten Landak

Politik

Pertemuan Jokowi dengan SBY Bahas Terkait Moeldoko

Politik

Setelah Okto Maniani, Eks Penyerang Timnas Senior Indonesia, Titus Bonai Bergabung ke Partai Gelora

Politik

KPU Umumkan Hasil Verifikasi Partai Pemilu 2024 Lewat Sipol

Politik

Bakal Cagub Lulus Tes Kesehatan

Politik

Kaesang Tutup Rakernas PSI di Makassar: Mari Menangkan Pemilu 2029 Nanti
error: Content is protected !!