Home / Politik

Selasa, 12 Maret 2024 - 12:56 WIB

Golkar Bisa Jadi Rumah Baru Bagi Jokowi,Disebut Bisa Juga Gantikan Prabowo di Gerindra

Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie. (Tribunnews.com)
© Disediakan oleh Tribun-Medan.com

Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie. (Tribunnews.com) © Disediakan oleh Tribun-Medan.com

Jakarta – Kabar Presiden Joko Widodo merapat ke Partai Golkar sebagai ketua umum mulai santer dibahas.

Partai Golkar diisukan menjadi ‘kapal’ yang bakal dinakhodai Jokowi seusai pensiun sebagai presiden.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto tak menampik isu tersebut.

Ia mengatakan kedekatan Jokowi dan Partai Golkar justru sangat dekat.

Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai iklan yang menunjukkan sang presiden bersama partai berlambang pohon beringin itu.

“Itu menunjukkan kedekatan Pak Jokowi dengan Partai Golkar dan kenyamanan Pak Jokowi dengan Partai Golkar,” ujarnya di Kantor DPP Partai Golkar, jakarta pada Minggu (10/3/2024).

Terkait dengan kedekatan itu, Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung juga mengatakan hal serupa.

Menurutnya, hal itu terjadi karena Partai Golkar sejak awal mendukung pemerintahan Jokowi.

Visi dan misi Golkar pun sama dengan yang dimiliki Jokowi.

Kedekatan tersebut turut mengerek perolehan suara Golkar lantaran publik melihat hubungan baik ini.

Usul lain dari PSI

Di sisi lain, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan usul lain untuk ‘rumah’ baru Jokowi nanti seusai pensiun.

Baca juga  Pj. Bupati Landak Sambut Danrem 121/Alambhanawanawwai

Usul itu datang dari Ketua Dewan Pembina PSI Jeffrie Geovannie.

Dia mengusulkan Jokowi diusung sebagai ketua koalisi sehingga dapat memimpin koalisi partai politik yang punya kesamaan visi menuju Indonesia emas.

“Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyampaikan usul Jeffrie dalam program Gaspol! Kompas.com, Minggu (10/3/2024).

Menurut Grace, Jokowi sosok yang mampu mempersatukan atau menjembatani kepentingan partai-partai politik.

Pasalnya, tidak mudah mencari seseorang yang bisa menjembatani semua partai politik dan perkataannya dapat mempersatukan partai-partai tersebut.

Kendati demikian, kata Grace, belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait usulan tersebut, termasuk peran apa yang akan diberikan kepada Jokowi kelak.

“Itu kan masih usulan ya, detailnya kita belum tahu juga, kan perlu dibicarakan juga, ini kan banyak partai, banyak kepentingan, banyak kepala, jadi akan seperti apa dinamikanya belum tahu,” ujar dia.

Baca juga  Kapolres Landak Kunjungi Yayasan Hati Suci, Ajak Tekan Penyebaran Virus Covid-19

Gantikan Prabowo di Gerindra

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, Jokowi tampaknya sulit untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Hal itu lantaran Golkar memiliki banyak faksi.

“Seharusnya peluang Jokowi memimpin Golkar minim, mengingat di Golkar cukup banyak faksi dan tokoh populer serta kuat di internal,” kata Dedi kepada Tribunnews.com, Senin (11/3/2024).

Jokowi, kata Dedi, justru lebih mudah mengambil alih Partai Gerindra ketimbang Golkar.

Sebab, tokoh sentralnya hanya Prabowo Subianto.

“Justru Jokowi lebih mudah mengambil alih Gerindra, karena hanya menyingkirkan Prabowo, tetapi di Golkar, ia akan hadapi banyak tokoh yang belum tentu satu suara,” ucap Dedi.

Sumber: Tribun

Share :

Baca Juga

Politik

Golkar Kini Cenderung Dorong RK Maju di Pilgub Jabar Ketimbang Jakarta

Politik

Partai Golkar Beri Restu Kaesang untuk Pilkada Jakarta,Ridwan Kamil akan Kembali ke Jawa Barat

Politik

Balas PDIP soal Deklarasi Anies, NasDem Singgung Deklarasi Prabowo

Politik

Partai Gelora Dorong Indonesia Jadi Kekuatan ‘Global Power dan Global Player

Politik

Kuliah Umum Hasto Di Untan, Karolin : Mahasiswa Bisa Belajar Dari Soekarno

Politik

Diam-diam Ada Partai Politik Segera Gabung Dukung Prabowo Jelang Pilpres,Elite PAN Beri Bocoran

Politik

Akhiri Polarisasi Bangsa, Anis Matta Jadikan Partai Gelora Lebih Indonesia

Politik

PKB Dukung Sutarmidji – Norsan di Pilgub Kalbar
error: Content is protected !!