Home / Nasional

Jumat, 3 Maret 2023 - 07:34 WIB

Anies Janji Wujudkan Ibu Kota Baru Jika Terpilih Jadi Presiden

  Anies Baswedan (saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta) saat wawancara di kantornya di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman)  Link has been copied to clipboard     Beranda  Video  Polygraph  Daftar Program  Learning English  Ikuti Kami           Bahasa-bahasa 
   Cari    site logosite logo
Indonesia      Live  Anies Janji Wujudkan Ibu Kota Baru Jika Terpilih Jadi Presiden  share 
      Anies Janji Wujudkan Ibu Kota Baru Jika Terpilih Jadi Presiden  02/03/2023  Reuters  Anies Baswedan (saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta) saat wawancara di kantornya di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman) 
  Anies Baswedan (saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta) saat wawancara di kantornya di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman)  Teruskan 
         
  Lihat komentar   Print  Salah satu kandidat unggulan presiden mendatang, Kamis (2/3), berjanji untuk mewujudkan ambisi Presiden Joko Widodo membangun ibu kota baru senilai $32 miliar jika ia memenangkan pemilu 2024.  Pernyataan Anies Baswedan ini tampaknya ditujukan untuk memberikan dorongan pada proyek ambisius yang mengalami penundaan dan ketidakpastian investor itu.  Anies, mantan Gubernur Jakarta yang didukung oleh tiga partai politik, mengatakan sebuah undang-undang telah disahkan oleh DPR untuk membangun Nusantara, sebutan ibu kota baru itu, sehingga siapa pun yang memenangkan kursi kepresidenan harus menyelesaikannya.

Anies Baswedan (saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta) saat wawancara di kantornya di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman) Link has been copied to clipboard   Beranda Video Polygraph Daftar Program Learning English Ikuti Kami      Bahasa-bahasa   Cari  site logosite logo Indonesia   Live Anies Janji Wujudkan Ibu Kota Baru Jika Terpilih Jadi Presiden share    Anies Janji Wujudkan Ibu Kota Baru Jika Terpilih Jadi Presiden 02/03/2023 Reuters Anies Baswedan (saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta) saat wawancara di kantornya di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman)  Anies Baswedan (saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta) saat wawancara di kantornya di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Reuters/Yuddy Cahya Budiman) Teruskan       Lihat komentar  Print Salah satu kandidat unggulan presiden mendatang, Kamis (2/3), berjanji untuk mewujudkan ambisi Presiden Joko Widodo membangun ibu kota baru senilai $32 miliar jika ia memenangkan pemilu 2024. Pernyataan Anies Baswedan ini tampaknya ditujukan untuk memberikan dorongan pada proyek ambisius yang mengalami penundaan dan ketidakpastian investor itu. Anies, mantan Gubernur Jakarta yang didukung oleh tiga partai politik, mengatakan sebuah undang-undang telah disahkan oleh DPR untuk membangun Nusantara, sebutan ibu kota baru itu, sehingga siapa pun yang memenangkan kursi kepresidenan harus menyelesaikannya. "Ibu kota baru bukan sekedar ide. Ini sudah menjadi undang-undang dan kita semua, ketika dilantik untuk jabatan apa pun, sumpah kita adalah melaksanakan undang-undang itu," kata Anies dalam acara publik ketika ditanya komitmennya terhadap pembangunan ibu kota di pulau Kalimantan itu. Jokowi mengumumkan proyek tersebut pada 2019 dengan alasan Jakarta padat dan tenggelam. Presiden Jokowi saat meninjau proyek pembangunan IKN Nusantara di lapangan yang baru terbangun 14 persen. (Foto: Courtesy/Biro Setpres) BACA JUGA: Jokowi: Pembangunan IKN Nusantara Selesai dalam 15 Tahun Namun pembangunan Nusantara menghadapi beberapa masalah, termasuk penundaan akibat pandemi dan keraguan beberapa investor apakah pengganti Jokowi akan melanjutkan rencana tersebut. Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) tahun lalu menemukan hampir 59 persen dari 170 ahli yang diwawancarai tidak yakin Nusantara akan terwujud, dengan menyebut ketidakpastian tentang pendanaan dan manajemen sebagai alasan mereka. Jokowi terutama mengandalkan pendanaan swasta untuk modal pembangunan ibu kota baru itu, dengan 20 persen-nya dari kas negara. Di hadapan para investor, Jokowi meyakinkan para investor untuk tidak ragù berinvesrasi dalam pembangunan IKN Nusantara karena ada payung hukum yang jelas. (Foto: Courtesy/Biro Setpres) BACA JUGA: Kepala Otorita: 90 Investor Nyatakan Minat Berinvestasi di IKN Nusantara Anies berada di peringkat tiga teratas dalam jajak-jajak pendapat utama tentang calon presiden yang disukai dalam satu tahun terakhir. Pendaftaran calon presiden sendiri sejauh ini belum dibuka. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi terdepan menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Litbang Kompas pada bulan Januari. Ia didukung oleh 25,3 persen dari 1.202 responden. Posisi kedua ditempati oleh Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Jokowi, Prabowo Subianto, dengan 18,1 persen. Anies berada di posisi ketiga dengan 13,1 persen. [lt/ab] Forum Terkait Survei SMRC: Suara Anggota NU dan Muhammadiyah Tersebar di 3 Tokoh Survei SMRC: Suara Anggota NU dan Muhammadiyah Tersebar di 3 Tokoh Survei SMRC: Anies Mulai Geser Prabowo Survei SMRC: Anies Mulai Geser Prabowo SMRC: Deklarasi Anies Sebagai Capres Tak Berdampak Signifikan pada Elektabilitas NasDem SMRC: Deklarasi Anies Sebagai Capres Tak Berdampak Signifikan pada Elektabilitas NasDem Masa Jabatan di DKI Berakhir, Anies Baswedan Menuju Pemilu Presiden 2024 Masa Jabatan di DKI Berakhir, Anies Baswedan Menuju Pemilu Presiden 2024 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama warga di Jakarta, 1 November 2020. (Foto: AFP) Partai Demokrat Resmi Dukung Anies Baswedan Sebagai Bakal Calon Presiden 2024 Paling Populer 1 Anies Janji Wujudkan Ibu Kota Baru Jika Terpilih Jadi Presiden 2 Kanselir Jerman Minta China Desak Rusia Mundur dari Ukraina 3 Inggris Mencegat Senjata Iran di Teluk Oman 4 Buckingham Minta Harry, Meghan Kosongkan Rumah di Inggris 5 Kekuasaan Terpecah, Biden Rapat Umum dengan Fraksi Demokrat Video Terbaru Gimana Caranya Presiden Joe Biden 'Diselundupkan' ke Ukraina?  Gimana Caranya Presiden Joe Biden 'Diselundupkan' ke Ukraina? Diaspora Indonesia Mulai Dukung Kandidat Pilpres RI, Seberapa Besar Dampak Suara Diaspora?

JAKARTA – Salah satu kandidat unggulan presiden mendatang, Kamis (2/3), berjanji untuk mewujudkan ambisi Presiden Joko Widodo membangun ibu kota baru senilai $32 miliar jika ia memenangkan pemilu 2024.

Pernyataan Anies Baswedan ini tampaknya ditujukan untuk memberikan dorongan pada proyek ambisius yang mengalami penundaan dan ketidakpastian investor itu.

Anies, mantan Gubernur Jakarta yang didukung oleh tiga partai politik, mengatakan sebuah undang-undang telah disahkan oleh DPR untuk membangun Nusantara, sebutan ibu kota baru itu, sehingga siapa pun yang memenangkan kursi kepresidenan harus menyelesaikannya.

“Ibu kota baru bukan sekedar ide. Ini sudah menjadi undang-undang dan kita semua, ketika dilantik untuk jabatan apa pun, sumpah kita adalah melaksanakan undang-undang itu,” kata Anies dalam acara publik ketika ditanya komitmennya terhadap pembangunan ibu kota di pulau Kalimantan itu.

Baca juga  Sosialisasi Stunting Desa Tembawang Bale, Bupati Karolin Ingatkan Usia Pernikahan

Jokowi mengumumkan proyek tersebut pada 2019 dengan alasan Jakarta padat dan tenggelam.

Namun pembangunan Nusantara menghadapi beberapa masalah, termasuk penundaan akibat pandemi dan keraguan beberapa investor apakah pengganti Jokowi akan melanjutkan rencana tersebut.

Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) tahun lalu menemukan hampir 59 persen dari 170 ahli yang diwawancarai tidak yakin Nusantara akan terwujud, dengan menyebut ketidakpastian tentang pendanaan dan manajemen sebagai alasan mereka.

Jokowi terutama mengandalkan pendanaan swasta untuk modal pembangunan ibu kota baru itu, dengan 20 persen-nya dari kas negara.

Di hadapan para investor, Jokowi meyakinkan para investor untuk tidak ragù berinvesrasi dalam pembangunan IKN Nusantara karena ada payung hukum yang jelas. (Foto: Courtesy/Biro Setpres)

Baca juga  Koramil Air Besar Sosialisasi Covid-19 dan bagikan Masker

Anies berada di peringkat tiga teratas dalam jajak-jajak pendapat utama tentang calon presiden yang disukai dalam satu tahun terakhir. Pendaftaran calon presiden sendiri sejauh ini belum dibuka.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi terdepan menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Litbang Kompas pada bulan Januari. Ia didukung oleh 25,3 persen dari 1.202 responden.

Posisi kedua ditempati oleh Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Jokowi, Prabowo Subianto, dengan 18,1 persen. Anies berada di posisi ketiga dengan 13,1 persen. [lt/ab]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemenkeu Pastikan Sri Mulyani Tetap Bertugas

Nasional

Bareskrim Sita Aset Miliaran Milik Bos Judol Slot Jaringan Cina

Nasional

Indonesia, Malaysia, Uni Eropa Rancang Panduan Aturan Deforestasi untuk Petani Kecil

Nasional

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Nasional

Cerita Anggito Abimanyu soal Prabowo Panggil Jaksa Agung dan Kepolisian, Minta Jangan Asal Ciduk

Nasional

KKB Diduga Tembaki Pesawat Trigana Air di Yahukimo

Nasional

Komnas Perempuan: Pemenuhan Hak Perempuan Korban Terorisme Belum Maksimal

Nasional

Bakal Hadapi KKB Papua Lagi, Ini Biodata Mayjen Izak Pangemanan yang Akan Jabat Pangdam Cenderawasih
error: Content is protected !!