Home / Politik

Minggu, 20 Oktober 2024 - 06:08 WIB

Ucapan Terima Kasih dan “Ledekan” Hasto ke Ganjar-Mahfud dalam Sidang Doktornya

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kedua kanan) menyampaikan ringkasan disertasinya pada sidang promosi doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/10/2024). Majelis penguji menyatakan Hasto Kristiyanto lulus cum laude dengan disertasi berjudul Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan Partai serta Relevansinya terhadap Ketahanan Partai: Studi pada PDI Perjuangan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.
© ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kedua kanan) menyampaikan ringkasan disertasinya pada sidang promosi doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/10/2024). Majelis penguji menyatakan Hasto Kristiyanto lulus cum laude dengan disertasi berjudul Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan Partai serta Relevansinya terhadap Ketahanan Partai: Studi pada PDI Perjuangan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom. © ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya untuk menyelesaikan studi doktor di Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia (UI).

Saat memberikan sambutan usai dinyatakan lulus dan diangkat menjadi doktor program studi kajian strategis dan global, Hasto secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Dia pun berseloroh bahwa mantan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 itu sebagai “korban” dari authoritarian populism.

“Dan juga yang teristimewa Pak Ganjar Pranowo dan Prof Mahfud MD. Kedua beliau ini menjadi korban authoritarian populism,” ujar Hasto di Balai Sidang UI, Depok, Jumat (18/10/2024).

Pertanyaan Hasto pun langsung disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan yang hadir dalam ujian doktor terbuka tersebut.

Baca juga  Jaga Imun Dimasa Pandemi, Ini yang Dilakukan Personel Armed 16

Adapun Hasto meraih gelar doktor setelah menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan Partai serta Relevansinya terhadap Ketahanan Partai: Studi pada PDI Perjuangan”.

Disertasi Hasto membahas pentingnya sistem pelembagaan partai yang kuat. Ia menyebutkan, torehan PDI-P yang mampu memenangkan pemilihan umum selama tiga kali berturut-turut merupakan buah dari pelembagaan partai yang kuat.

“Dengan pelembagaan yang kuat dan ideologi yang kokoh, PDI Perjuangan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global,” kata Hasto.

Selain itu, disertasi Hasto juga menemukan adanya abuse of power dan political behavior authoritarian populism yang terjadi di Pemilu 2024. PDI-P sebagai partai politik turut merasakan hal itu dalam konstelasi Pilpres 2024.

“Guncangan terhadap pelembagaan partai terjadi pada Pilpres 2024 berupa berupa abuse of power power power behavior dengan karakternya authoritarian populism,” ujar Hasto dalam ujian doktor terbuka di Universitas Indonesia, Jumat (18/10/2024).

Baca juga  Ciptakan Pemilu 2024 yang Aman dan Damai, Ormas Laskar Sayyidina Ali Siap Mendukung Langkah Pemerintah

“Karakter ini lahir dari perpaduan feudalisme, populisme populisme, dan machiavellian yang digerakkan oleh ambisi kekuasaan,” sambungnya.

Sidang doktoral Hasto turut dihadiri oleh Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menjadi informan utama disertasi Hasto.

Selain Megawati, turut hadir pula sejumlah tokoh seperti Ketua DPP PDI-P Adian Napitupulu, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Sumber: KOMPAS

Share :

Baca Juga

Politik

Jokowi Tanggapi Putusan MA yang Buka Jalan Kaesang Maju Pilkada

Politik

Cornelis Laksanakan Vaksinasi COVID-19 Yang Kedua

Politik

Terkait Kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua Terpilih, Cornelis : Dia Tidak Memberikan Data Dengan Jujur

Politik

Krisis Jadi Peluang Bagi Partai Gelora untuk Gantikan Kepemimpinan Lima Tahunan

Politik

Istighosah Kebangsaan, Ketua Umum FJI: Kami Komit Melawan yang Menimbulkan Kegaduhan Politik dan Memecah belah Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Politik

Terbaru Terjawab Sudah Siapa Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024? Begini Pernyataan Yenny Wahid

Politik

Karolin Ganti Sepeda Motor Relawan yang Hilang Saat Pendaftaran ke KPU

Politik

Pemerintah Jangan Pelit Sama Rakyat, Jangan Kasih Vaksin Murahan
error: Content is protected !!