Home / Nasional

Senin, 4 November 2024 - 07:52 WIB

Pilpres Makin Panas, Banyak Warga Amerika Pengin Pindah Negara

Pilpres Makin Panas, Banyak Warga Amerika Pengin Pindah Negara

Pilpres Makin Panas, Banyak Warga Amerika Pengin Pindah Negara

WASHINGTON DC – Semakin banyak warga Amerika Serikat yang mempertimbangkan untuk pindah keluar negeri karena ketidakstabilan politik di dalam negeri, yang sebagian besar disebabkan oleh pemilihan presiden mendatang, lapor kantor berita Bloomberg pada Sabtu (2/11).

Bloomberg mengutip Jen Barnett, pakar emigrasi dan pendiri Expatsi, sebuah perusahaan yang membantu warga AS mencari tahu bagaimana mereka secara nyata dapat meninggalkan negara itu.

Barnett mengungkapkan bahwa permintaan akan layanan mereka melonjak hingga 900 persen setelah ajang debat antara calon presiden saat itu, Joe Biden dan Donald Trump.

Barnett menuturkan, dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Expatsi menunjukkan bahwa pada Oktober lalu terdapat sekitar 7.000 warga negara AS yang tertarik untuk beremigrasi.

Baca juga  Gerak Cepat Satresnarkoba Polres Landak Kembali Lagi Bekuk Pengedar Sabu di Menjalin

Perpecahan politik di Amerika Serikat adalah salah satu alasan utama keinginan untuk hengkang, sedangkan alasan kedua adalah “petualangan dan perkembangan pribadi,” tambah pakar tersebut.

Basil Mohr-Elzeki, direktur pelaksana di Henley & Partners (konsultan migrasi investasi), mengatakan bahwa jumlah total permintaan dari AS telah meningkat sebesar 500 persen sejak 2020 dan 10 bulan pertama 2024 menunjukkan lebih banyak permintaan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu pendiri lembaga Global Citizen Solutions Artur Saraiva menekankan bahwa pemilihan presiden memainkan peran penting dalam keputusan warga AS untuk keluar dari negaranya.

Baca juga  Voice of Baceprot, Bakal Ramaikan Festival Glastonbury

Bloomberg melaporkan bahwa banyak warga Amerika yang mencari program untuk bermukim di luar negeri melalui investasi, dengan tujuan paling populer adalah Antigua dan Barbuda, Portugal, Malta, Yunani dan Spanyol.

Pemilihan presiden AS akan diadakan pada 5 November mendatang. Wakil Presiden petahana Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik mencalonkan diri untuk jabatan tertinggi perpolitikan di negara itu. (ant/dil/jpnn)

Sumber: JPNN

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi: Bawaslu Tidak Boleh jadi Badan Pembuat Waswas Pemilu

Nasional

Usai Penggeledahan, KPK Akan Panggil Kembali Gubernur Kalbar

Nasional

Resmi Diundur, Ini Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2023 Terbaru

Nasional

Eks Ketua KPU RI Dipecat Gegara Asusila, Begini Penilaian Tetangga & Kondisi Rumahnya di Semarang

Nasional

Kemenkeu Tanggapi Laporan Bank Dunia

Nasional

Vaksinasi Gotong Royong ditargetkan bergulir 17 Mei 2021

Nasional

Mengenal Lebih Dekat Gus Kikin, Nakhoda Baru PBNU 2026-2031

Nasional

Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber
error: Content is protected !!