Home / Nasional

Selasa, 7 Oktober 2025 - 20:02 WIB

BGN Perluas Program Makan Bergizi Gratis ke Daerah 3T, Fokus pada Kearifan Lokal dan Akses Pangan Sehat

JAKARTA, Landak News – Daerah-daerah yang tergolong Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus menjadi fokus utama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan memperluas akses pangan bergizi bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.

Upaya yang dilakukan BGN meliputi penyaluran paket gizi, penyediaan menu berbasis kearifan lokal, hingga pembangunan dapur satelit untuk menjangkau sekolah-sekolah di daerah terpencil.

Salah satu wilayah yang akan segera merasakan manfaat program ini adalah Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan rilis resmi BGN, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Koa dijadwalkan mulai beroperasi sekitar April 2025, setelah Hari Raya Idulfitri.

Baca juga  Dua Nakes di Kalimantan Tengah Positif Covid-19

Tantangan Geografis dan Solusi Dapur Satelit

Medan geografis yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan MBG di wilayah 3T. Di Desa Koa, waktu tempuh menuju pusat distribusi gizi bisa mencapai beberapa jam dengan rute menyeberangi sungai dan jalan berbatu.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BGN mengusulkan pembangunan dapur satelit di beberapa titik agar makanan bergizi dapat disalurkan lebih cepat dan efisien ke sekolah-sekolah terpencil.

Menu Gizi Berbasis Budaya Lokal

Baca juga  Dari Banten, DPN Ganas Suarakan kepada Seluruh Bangsa Indonesia Agar Tidak Melakukan Mobilitas Pasca Pengumuman Resmi KPU

Selain memperluas jangkauan, BGN juga menekankan pentingnya kualitas gizi dan penerimaan budaya lokal. Kepala BGN Dadan Hindayana mencontohkan penerapan menu khas di Papua Tengah, yang akan mengutamakan bahan pangan lokal seperti ikan, sagu, dan buah-buahan.

“Menu MBG harus sesuai selera masyarakat setempat. Di Papua, misalnya, anggaran per porsi bisa mencapai Rp35 ribu untuk menyesuaikan biaya logistik dan bahan lokal,” ujar Dadan dalam kunjungan kerjanya.

Sumber: Tirto

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Sektor Kehutanan Siap Jadi Penyumbang Terbesar Pengurangan Gas Emisi Karbon

Nasional

Nasib Camat Baito Sudarsono Dicopot Bupati Konawe Selatan,Punya Alasan Ikut Bantu Guru Supriyani

Nasional

Ancaman Reklamasi Pesisir Surabaya Bagi Nelayan dan Lingkungan

Nasional

Sekelompok LSM Luncurkan Dana Nusantara untuk Berdayakan Masyarakat Adat Lawan Perubahan Iklim

Nasional

Kasus Brigadir J: Anggota DPR Usul Penonaktifan Kapolri

Nasional

BNI dan Mandiri Buka Suara soal Prabowo Putihkan Utang Nelayan-UMKM

Nasional

Eks Penyelidik KPK Sebut Brigjen Endar Dipecat dari KPK Usai Punya 2 Bukti Kasus Korupsi, Formula E?

Nasional

4 Nama Diprediksi Jadi Menkeu di Kabinet Prabowo-Gibran,Rocky Gerung: Era Sri Mulyani Sudah Selesai
error: Content is protected !!