Home / Nasional

Kamis, 11 Mei 2023 - 09:13 WIB

Sekelompok LSM Luncurkan Dana Nusantara untuk Berdayakan Masyarakat Adat Lawan Perubahan Iklim

Pengrajin batik mangrove, Sodikin, mencari buah mangrove yang tumbang di hutan mangrove di Desa Klaces, Cilacap, Jawa Tengah (foto: ilustrasi). Masyarakat adat harus diberdayakan untuk melestarikan hutan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pengrajin batik mangrove, Sodikin, mencari buah mangrove yang tumbang di hutan mangrove di Desa Klaces, Cilacap, Jawa Tengah (foto: ilustrasi). Masyarakat adat harus diberdayakan untuk melestarikan hutan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Beberapa kelompok masyarakat sipil Indonesia pada hari Senin (8/5) meluncurkan sebuah pendanaan senilai jutaan dolar yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat adat dan lokal di seluruh Indonesia dalam perang melawan perubahan iklim.

Dana Nusantara, yang merupakan mekanisme pendanaan langsung pertama bagi masyarakat adat dan lokal di Indonesia, diluncurkan oleh kelompok lingkungan WALHI, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan LSM masyarakat adat AMAN.

Mereka menerima dana awal sebesar $3 juta dari organisasi-organisasi filantropi internasional seperti Ford Foundation dan Packard Foundation.

Pendanaan itu adalah bagian dari Ikrar Kepemilikan Hutan senilai $1,7 miliar yang pertama kali diumumkan pada KTT Iklim COP26 di Glasgow, yang mengakui peran penting masyarakat adat dan lokal dalam melindungi hutan tropis dan kontribusi mereka untuk memitigasi perubahan iklim.

Indonesia, yang menjadi rumah bagi hutan hujan terbesar ketiga di dunia, mengklaim telah membuat sejumlah kemajuan dengan mengurangi laju kehilangan hutan selama lima tahun berturut-turut hingga 2021. Akan tetapi, jumlah tutupan hutan terus menyusut.

Baca juga  Belajar dari 2 Turbulensi Pesawat, Haruskah Kita Khawatir?

Sebuah penelitian oleh Rainforest Foundation Norway menemukan bahwa masyarakat adat menerima dana iklim untuk manajemen hutan sekitar $2,7 miliar (sekitar Rp39,7 triliun) antara tahun 2011 dan 2020 dari para pendonor dan filantropi, setara dengan kurang dari satu persen bantuan pembangunan resmi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim selama periode tersebut.

Dana Nusantara diluncurkan untuk membantu memperbaiki ketidakseimbangan dalam distribusi dana iklim, kata presiden Ford Foundation, Darren Walker.

“Dana ini telah dirancang sebagiannya untuk menanggapi ketidakseimbangan itu dan untuk menunjukkan keampuhan gagasan bahwa ketika Anda menyediakan sumber daya bagi komunitas lokal, Anda lebih mungkin memperoleh dampak yang dibutuhkan untuk memerangi perubahan iklim,” kata Walker kepada AFP hari Senin.

Program reboisasi klinik ASRI memberdayakan masyarakat untuk ikut melestarikan hutan (courtesy: Alam Sehat Lestari/ASRI).
Program reboisasi klinik ASRI memberdayakan masyarakat untuk ikut melestarikan hutan (courtesy: Alam Sehat Lestari/ASRI).

Dana tersebut berupaya menjawab kebutuhan masyarakat lewat pendekatan dari bawah ke atas, mengharapkan mereka sendiri mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dan solusinya, kata direktur WALHI, Zenze Suhadi.

Baca juga  Tambahan Satu Gol Buat Cristiano Ronaldo Sah Jadi Top Scorer Sepanjang Masa Al Nassr

“Kami menciptakan mekanisme Dana Nusantara langsung kepada masyarakat setempat dan masyarakat adat,” kata Suhadi.

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi menambahkan, warga desa “paling tahu” tantangan yang mereka hadapi dan bagaimana mereka ingin mengatasinya.

Para pendiri dana tersebut berusaha menarik investasi hingga $20 juta dalam 10 tahun ke depan untuk membantu memetakan lebih dari 20 juta hektar wilayah adat, dan meningkatkan perlindungan dan pendaftaran 7,8 juta hektar tanah adat di luar yang sudah diakui, di antara target-target lainnya. [rd/jm]

Sumber: VOA INDONESIA

Share :

Baca Juga

Nasional

Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi

Nasional

KPU Tetapkan 17 Partai Peserta Pemilu 2024

Nasional

Gunung Agung Awas, Benda Sakral di Pura Besakih Diselamatkan

Nasional

Bagaimana Cara Masyarakat Mengawasi Dana Desa?

Nasional

ADB akan Bantu Galang Dana untuk Pembangunan IKN Nusantara $32 Miliar

Nasional

Longsor di Natuna: Korban Tewas Jadi 48 Orang, 6 Masih Hilang

Nasional

Viral Cuit Babu dan Banyak Bacot, Pegawai Bea Cukai Mendadak Gembok Akun Twitter

Nasional

BAZNAS Pusat Bagikan Ayam Goreng Gratis di Depan Makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Chasbullah
error: Content is protected !!