Home / Politik

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:27 WIB

Jokowi Siap Turun Gunung Demi PSI: Ke Kecamatan Saya Masih Sanggup

MAKASSAR, LANDAK NEWS- Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengatakan siap turun ke daerah-daerah untuk sosialisasikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar memenuhi target pada Pemilu 2029.
Jokowi mengaku masih sanggup untuk turun langsung bertemu dengan masyarakat di seluruh Indonesia agar dapat mensosialisasikan PSI.

“Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota. Saya masih sanggup, saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” kata Jokowi saat memberikan arahan Rakernas PSI di Makassar (31/1).

Jokowi mengaku akan bekerja habis-habisan untuk membesarkan partai berlambang gajah tersebut bersama dengan seluruh kader PSI.

“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” ungkapnya.

Jokowi Nilai PSI Berpeluang Lolos ke Senayan Pemilu 2029
Jokowi menerangkan bahwa PSI saat ini memerlukan mesin besar, karena target partai berlambang gajah tersebut adalah target yang besar.

Baca juga  6 Purnawirawan Jenderal Merapat ke PDIP Jelang Pilpres 2024

“Target PSI sangat besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar. Nggak bisa struktur hanya sampai DPD, nggak bisa. Jadi struktur harus sampai desa, RT, RW,” jelasnya.

Kekuatan partai politik, kata Jokowi, terletak pada struktur yang kuat. Sehingga struktur PSI harus benar-benar terbentuk sampai ke akar rumput.

“Karena kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat. Tapi strukturnya harus yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput, menyentuh betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal,” katanya.

Sejauh ini, Jokowi belum secara tegas menyatakan sebagai kader atau bagian dari PSI.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mengatakan akan mengumumkan Ketua Dewan Pembina PSI nantinya dengan syarat seluruh infrastruktur partai benar-benar telah terbentuk hingga tingkat paling bawah.

“Alhamdulillah tadi acara pembukaan sudah berlangsung dengan baik. Dan seperti yang dikatakan oleh Mas Kaesang tadi, Mr J yang selama ini masih misterius, entah siapa, itu akan diumumkan oleh Mas Kaesang pada waktunya,” kata Raja Juli Antoni saat pembukaan Rakernas PSI.

Baca juga  Daftar Ke PDI Perjuangan, Karolin Di Dukung Penuh PAC dan Ranting PDI Perjuangan Kabupaten Landak

Saat ini, kata Raja Juli, PSI masih memfokuskan diri pada penguatan struktur dan kerja-kerja organisasi di akar rumput. Menurutnya, pengumuman sosok Mister J akan dilakukan setelah jaringan partai benar-benar solid hingga tingkat TPS.

“Ketika infrastruktur partai PSI sampai ke TPS-TPS tadi sudah terbentuk, nah nanti baru Mas Ketum, Mas Kaesang, akan mengumumkan siapa itu Mr J,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep dalam sambutannya sempat mencari sosok ketua dewan pembina yang tidak hadir dalam acara pembukaan Rakernas PSI.

“Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie beserta seluruh jajarannya, tanpa ada ketuanya. Ketuanya di mana? Belum datang? Oh, ya sudah. Insya Allah besok datang,” kata Kaesang saat menyapa Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Politik

Indonesia sebagai Ketua dan Tuan Rumah G20 Tahun 2022, Partai Gelora: Kesempatan Jadi Pemain Global

Politik

Soal Kemungkinan Demokrat Tarik Dukungan dari Anies, Benny: Nanti Dilihat…

Politik

Gerah, Ribuan Netizen Luapkan Kemarahan ke Akun Gibran di Instagram

Politik

Polisi Berikan Pengamanan UNBK Dan UNKP

Politik

Bhabinkamtibmas Hadiri Kegiatan Rapat Perencanaan Pembangunan di SD Bina Setia Merada

Politik

Megawati: Karena Sudah Diberi Senjata Prajurit TNI Tak Boleh Berpolitik

Politik

Alasan Gerindra Belum Putuskan Usung Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta

Politik

Fahri Hamzah: Soal Korupsi Rp 300-an Triliun di Eksekutif, Sekarang Waktunya Bersuara, Jangan Senyap Kalian!
error: Content is protected !!