Menyuke, Landak News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di SMA Negeri 2 Menyuke, Desa Anik Dingir, Kecamatan Menyuke, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Landak ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang demokrasi, pemilu, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Ketua KPU Kabupaten Landak, Camat Menyuke, Kepala Desa Anik Dingir, jajaran guru, dan ratusan siswa SMA Negeri 2 Menyuke.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Landak, Yosep, mengatakan kegiatan ini menyasar para pelajar yang akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya pada pemilu mendatang. Dari target 400 peserta, sebanyak 399 siswa mengikuti sosialisasi tersebut.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dasar tentang demokrasi dan sistem politik Indonesia. Selain itu, menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta mendorong pemilih pemula agar kritis dan bijak dalam menerima informasi politik,” ujar Yosep.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan sekaligus meningkatkan partisipasi politik yang berkualitas di Kabupaten Landak.
Dalam sambutannya, Bupati Karolin Margret Natasa membuka kegiatan dengan pendekatan yang interaktif. Alih-alih menyampaikan materi secara satu arah, Karolin mengajak para siswa berdialog mengenai demokrasi, sistem pemerintahan, hingga makna pemilu.
“Apa bedanya negara demokratis dengan tidak demokratis? Ada yang tahu jenis-jenis pemerintahan di dunia ini?” tanya Karolin kepada para peserta.
Siswa yang mampu menjawab pertanyaan diberikan apresiasi berupa voucher pulsa dan paket internet. Salah satu peserta, Septian Marel Putra, siswa kelas XI yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS, menjawab bahwa pemilu merupakan pesta demokrasi.
Melalui dialog tersebut, Karolin menjelaskan bahwa pembangunan, termasuk berdirinya SMA Negeri 2 Menyuke di Desa Anik Dingir, merupakan salah satu hasil dari proses demokrasi.
“Baru bisa punya SMA di Anik ketika punya bupati hasil dari pemilihan langsung. SMA ini adalah hasil dari demokrasi, hasil dari proses politik,” kata Karolin.
Usai membuka kegiatan, Karolin menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam membentuk pola pikir generasi muda agar mampu menentukan pilihan secara rasional.
“Harapan kita dengan sosialisasi pada anak-anak SMA hari ini, mereka memiliki gambaran mengenai proses pemilu. Kemudian mereka memiliki kerangka berpikir tentang bagaimana cara memilih dan menentukan pilihan,” ujarnya.
Karolin juga mengingatkan para pemilih pemula agar menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab serta tidak mudah terpengaruh praktik politik uang.
“Yang paling penting, jangan menjadi golput dan jangan gampang diiming-imingi dengan money politic,” tegasnya.
Melihat antusiasme para pelajar selama kegiatan berlangsung, Karolin berharap pendidikan politik terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong KPU dan Bawaslu untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tahapan serta aturan kepemiluan kepada para pemilih pemula di Kabupaten Landak. (***)









