Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Ngabang, Theresia, M.Pd. (Foto: One)
Ngabang, Landak News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dinilai memberikan manfaat nyata bagi para pelajar, termasuk di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Ngabang, Theresia, M.Pd., mengatakan kehadiran program MBG sangat membantu para siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
“Program ini sangat membantu siswa. Tidak semua peserta didik kami berasal dari keluarga yang ekonominya mapan. Ada yang membawa uang saku terbatas, sehingga dengan adanya MBG kebutuhan makan mereka selama berada di sekolah dapat terpenuhi,” ujar Theresia saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, meskipun sesekali terdapat siswa yang merasa bosan dengan variasi menu yang disajikan, secara umum makanan yang diberikan tetap dikonsumsi hingga habis.
“Memang ada kalanya mereka merasa jenuh dengan menu yang tersedia. Namun pada akhirnya mereka tetap menghabiskan makanan tersebut. Jika ada yang tidak menghabiskan, biasanya makanan itu diberikan kepada siswa lain yang membutuhkan,” kata ibu murah senyum ini.
Theresia menjelaskan, proses pendistribusian makanan bergizi di SMAN 3 Ngabang hingga kini berjalan lancar. Sejak program tersebut mulai dilaksanakan, makanan selalu tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB tanpa kendala berarti.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 419 siswa di SMAN 3 Ngabang yang menjadi penerima manfaat program MBG. Selain itu, sejak awal 2026 para guru di sekolah tersebut juga turut menerima jatah makanan dalam program tersebut.
“Selama pelaksanaan program, distribusi makanan berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan misi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Selain ditujukan untuk membantu mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting, program MBG juga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Theresia menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung penuh program pemerintah tersebut karena dinilai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan dan semangat belajar para siswa.
“Kami akan terus mendukung program pemerintah, khususnya MBG, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh para siswa di sekolah kami,” pungkasnya. (One)









