NGABANG, Landak News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Landak telah berjalan selama dua tahun dan hingga kini berlangsung dengan lancar. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang rutin dilakukan antara pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala MAN 1 Landak, Deni Irawan, mengatakan selama dua tahun pelaksanaan MBG, tidak terdapat kendala yang berarti. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan melalui pertemuan rutin antara pihak sekolah dan SPPG.
“Setiap bulan kami mengadakan pertemuan dengan pihak SPPG untuk mengevaluasi pelaksanaan program. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai kendala maupun masukan, sehingga pelaksanaan MBG di sekolah kami dapat berjalan dengan baik,” ujar Deni, Jumat (31/07/26), di sekolah MAN 1 Ngabang.
Mantan Kepala MTsN Ngabang itu menjelaskan, pada tahun pertama pelaksanaan program, penerima manfaat MBG hanya siswa. Memasuki tahun kedua, cakupan program diperluas sehingga guru juga turut menerima manfaat.
Saat ini, penerima manfaat Program MBG di MAN 1 Landak berjumlah 427 orang, terdiri dari 413 siswa dan 41 guru.
Deni mengakui, pada awal pelaksanaan program sempat terjadi beberapa kendala, terutama terkait waktu pendistribusian makanan yang terkadang terlambat hingga melewati jam istirahat. Namun, kondisi tersebut kini telah teratasi.
“Pada awal program memang ada keterlambatan distribusi makanan, tetapi itu merupakan hal yang wajar dalam masa penyesuaian. Sekarang makanan sudah didistribusikan pada pagi hari sehingga saat jam istirahat pertama para siswa sudah dapat menikmati makan siang mereka,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa menu makanan yang disajikan setiap hari selalu bervariasi untuk memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat. Menu pada Jumat, misalnya, terdiri atas ayam goreng, tempe goreng, sayur timun dan wortel, serta buah jeruk. Pada musim buah, menu buah juga disesuaikan dengan ketersediaan, seperti buah langsat, dan sesekali disajikan anggur.
Deni mengaku bersyukur program MBG memberikan manfaat nyata bagi para siswa. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program tersebut juga meringankan beban pengeluaran orang tua untuk biaya makan anak selama berada di sekolah.
“Program ini sangat membantu siswa dan orang tua karena biaya makan anak di sekolah dapat ditekan. Kami berharap program MBG terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan,” pungkasnya.
(One)









