Teks Foto: Kontingen Kabupaten Landak berhasil meraih Juara 2 pada ajang PORPROV Kalimantan Barat ke-XIII, dengan perolehan 74 medali emas, 73 medali perak dan dan 67 medali perunggu.
PRESTAS OLAHRAGA DAN PEMBINAAN ATLET LANDAK
Tema: Mencetak Atlet Berprestasi dan Membangun Ekosistem Olahraga
Wawancara Eksklusif Pimpinan Redaksi Landak News Heri Irawan bersama Kepala Disbudporapar Kabupaten Landak, dr. Pius Edwin Wiwin.
NGABANG, LANDAK NEWS — Pembinaan olahraga menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Landak. Tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, pengembangan olahraga juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menjadikan aktivitas olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Namun, untuk meningkatkan prestasi olahraga, diperlukan pembinaan yang terarah, dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah dan klub olahraga.
Berikut wawancara eksklusif Pimpinan Redaksi Landak News Heri Irawan bersama Kepala Disbudporapar Kabupaten Landak dr. Pius Edwin Wiwin:
PERKEMBANGAN OLAHRAGA LANDAK
Q: Bagaimana perkembangan olahraga di Kabupaten Landak saat ini, baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat?
A: Secara umum, perkembangan olahraga prestasi di Kabupaten Landak masih perlu ditingkatkan. Beberapa cabang olahraga telah menunjukkan potensi dan prestasi, namun secara keseluruhan pembinaan dan pencapaian prestasi masih perlu diperkuat agar dapat bersaing lebih baik di tingkat provinsi.
Untuk olahraga masyarakat, aktivitasnya sudah berkembang di masyarakat dan beberapa organisasi olahraga masyarakat juga telah terbentuk. Namun, wadah dan koordinasi secara umum masih perlu diperkuat, mengingat KORMI Kabupaten Landak saat ini belum terbentuk.
Q: Cabang olahraga apa saja yang saat ini menjadi unggulan Kabupaten Landak?
A: Beberapa cabang olahraga yang selama ini memiliki potensi prestasi di Kabupaten Landak antara lain tinju dan atletik.
Selain itu, terdapat beberapa cabang olahraga yang memiliki potensi untuk dikembangkan, salah satunya bola basket, terutama melalui pembinaan usia dini dan pelajar.
Ke depan, penetapan cabang olahraga prioritas perlu dilakukan berdasarkan data prestasi, potensi atlet, jumlah nomor pertandingan, kualitas pembinaan serta peluang memperoleh medali di tingkat provinsi.
PEMBINAAN ATLET SEJAK USIA DINI
Q: Bagaimana sistem pembinaan atlet yang dilakukan Disbudporapar sejak tingkat usia dini hingga atlet berprestasi?
A: Saat ini Disbudporapar melalui Bidang Pemuda dan Olahraga mulai mengembangkan pembinaan usia dini melalui kerja sama dengan sekolah dan klub olahraga, salah satunya pada cabang olahraga bola basket.
Untuk cabang olahraga potensial seperti tinju, atletik dan pencak silat, program pembinaan usia dini sedang dipersiapkan untuk mulai menggunakan pendekatan sport science.
Sementara pembinaan atlet berprestasi dilaksanakan melalui program KONI dan pengurus cabang olahraga, dengan Disbudporapar berperan dalam memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai dengan kewenangannya.
Q: Bagaimana Disbudporapar menjaring dan menemukan bibit-bibit atlet muda potensial di kecamatan dan desa?
A: Saat ini pembinaan usia dini telah mulai dilakukan melalui sekolah dan klub yang menjadi mitra. Namun, penjaringan atlet secara sistematis hingga tingkat kecamatan dan desa belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan anggaran dan sumber daya.
Ke depan, proses ini perlu dikembangkan melalui talent scouting dengan melibatkan sekolah, guru olahraga, klub dan pengurus cabang olahraga sehingga potensi atlet dapat ditemukan sejak usia dini.
MEMPERKUAT SINERGI PEMBINAAN
Q: Sejauh mana koordinasi Disbudporapar dengan KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah dan organisasi olahraga lainnya dalam pembinaan atlet?
A: Koordinasi dengan KONI selama ini berjalan terutama dalam pencairan dana hibah kabupaten. Ke depan, koordinasi dan komunikasi dalam aspek pembinaan perlu diperkuat agar perkembangan atlet, program latihan dan kebutuhan pembinaan dapat dipantau secara lebih terintegrasi.
Dengan sekolah dan klub olahraga, koordinasi telah dilakukan terutama dalam pembinaan usia dini, penjaringan atlet serta persiapan mengikuti kompetisi pelajar seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah.
Q: Bagaimana dukungan pemerintah daerah terhadap atlet yang mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi, nasional maupun internasional?
A: Pemerintah daerah memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan anggaran. Namun, dukungan pembiayaan dan fasilitas masih terbatas.
Oleh karena itu, diperlukan penentuan prioritas agar dukungan yang tersedia dapat lebih efektif diarahkan kepada cabang olahraga dan atlet yang memiliki potensi prestasi.
STRATEGI MENINGKATKAN PRESTASI
Q: Apakah ada program atau strategi khusus untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Landak di tingkat Provinsi Kalimantan Barat?
A: Dalam kondisi keterbatasan anggaran, strategi yang paling realistis adalah menerapkan pembinaan yang lebih fokus, terarah dan terukur.
Pertama, menentukan cabang olahraga prioritas berdasarkan potensi prestasi dan peluang medali.
Kedua, membentuk program atlet prioritas dengan latihan yang terukur dan evaluasi secara berkala.
Ketiga, membangun database atlet melalui talent scouting di sekolah dan klub.
Keempat, memperkuat sekolah dan klub sebagai mitra pembinaan atlet.
Kelima, meningkatkan kapasitas dan kualitas pelatih.
Keenam, memperbanyak kompetisi tingkat kabupaten sebagai sarana pembinaan dan evaluasi.
Ketujuh, mengembangkan pembinaan usia dini sebagai investasi prestasi jangka panjang.
Prinsipnya, dengan anggaran terbatas, pembinaan tidak harus diberikan secara merata kepada seluruh cabang olahraga, tetapi perlu difokuskan pada cabang dan atlet yang memiliki peluang prestasi paling besar.
SARANA DAN PRASARANA
Q: Bagaimana kondisi sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Landak saat ini?
A: Secara umum, sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Landak masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi jumlah, kualitas maupun pemeliharaannya.
Namun, peningkatan fasilitas perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan prioritas cabang olahraga.
Q: Apa yang menjadi kendala utama dalam pembinaan atlet dan pengembangan fasilitas olahraga?
A: Keterbatasan anggaran merupakan salah satu kendala utama.
Selain itu, masih diperlukan penguatan dalam hal sistem pembinaan, pemetaan potensi atlet, kualitas pelatih, koordinasi antar-stakeholder, kompetisi serta ketersediaan sarana dan prasarana olahraga.
OLAHRAGA SEBAGAI GAYA HIDUP SEHAT
Q: Bagaimana Disbudporapar mendorong masyarakat agar olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat?
A: Pengembangan olahraga masyarakat perlu diperkuat melalui kegiatan yang mudah diikuti oleh masyarakat, seperti Fun Run, festival olahraga masyarakat dan kegiatan olahraga rekreatif lainnya.
Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana kampanye pola hidup sehat dan aktif.
TARGET PRESTASI OLAHRAGA LANDAK
Q: Apa target atau harapan Disbudporapar terhadap prestasi olahraga Kabupaten Landak ke depan?
A: Harapannya, prestasi olahraga Kabupaten Landak dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan, khususnya di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Untuk mencapainya, diperlukan pembinaan yang lebih terarah, pemetaan atlet yang lebih baik, peningkatan kualitas pelatih, penguatan kerja sama antara pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah dan klub, serta penggunaan anggaran secara lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap prestasi.
Dengan demikian, keterbatasan anggaran dapat disiasati melalui prioritas, efisiensi dan pembinaan yang berbasis data serta potensi prestasi.
(Bersambung)














