JAKARTA, LANDAK NEWS – PBNU mempersembahkan Festival Film Santri Nasional 2026 dalam rangka menyambut Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Festival tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengangkat berbagai cerita menarik seputar kehidupan pesantren melalui karya film.
Penanggung jawab Festival Film Santri Nasional 2026, Abdullah Hamid, mengatakan kegiatan ini digelar untuk memberikan ruang ekspresi bagi para santri sekaligus menyambut agenda besar Nahdlatul Ulama.
“Punya cerita menarik tentang kehidupan pesantren? Inilah saatnya menuangkan kreativitasmu melalui karya film! Dalam rangka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, RMI PBNU mempersembahkan Festival Film Santri Nasional 2026 dengan tema Semangat Pesantrenku Aman,” ujar Abdullah Hamid, Senin 17/8/2026).
Abdullah menjelaskan, festival tersebut dapat diikuti oleh santri aktif dari pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Adapun kategori yang dilombakan meliputi Film Pendek Fiksi dengan durasi maksimal tujuh menit dan Film Dokumenter dengan durasi maksimal lima menit.
“Kategori yang dilombakan meliputi Film Pendek Fiksi dengan durasi maksimal 7 menit dan Film Dokumenter dengan durasi maksimal 5 menit. Peserta merupakan santri aktif dari pondok pesantren di seluruh Indonesia.”
Bagi santri yang ingin berpartisipasi, pendaftaran festival tidak dipungut biaya. Penyelenggara juga telah menetapkan batas akhir pengumpulan karya pada 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
“Pendaftaran gratis. Batas pengumpulan karya ditutup pada 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB,” ungkapnya.
Informasi lengkap mengenai petunjuk teknis (juknis) dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui pranala yang telah disediakan penyelenggara.
Juknis Lengkap diunduh di s.id/JuknisFestFilmSantriNasional2026 Baca Juga Pertemuan Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah di Lirboyo Putuskan Muktamar Ke-35 NU Bakal Digelar Secepatnya Formulir Pendaftaran: s.id/FestivalFilmSantriNasional2026 Festival Film Santri Nasional 2026 juga menyiapkan apresiasi bagi karya-karya terbaik.
Penghargaan tersebut berupa trofi bagi Juara 1, 2, dan 3 pada tiap-tiap kategori. Selain itu, penyelenggara menyediakan penghargaan untuk film terfavorit serta sertifikat penghargaan bagi peserta.
Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan beragam cerita dan kehidupan pesantren melalui medium film. (NU)














