NGABANG, LANDAK NEWS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Landak periode pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, terdapat tiga lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran.
Data Posko Tanggap Darurat Karhutla mencatat, berdasarkan pantauan BMKG per 10 September 2026 pukul 23.00 WIB, terdapat sembilan titik panas (hotspot) di Kabupaten Landak.
Seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan menengah, sementara tidak terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah maupun tinggi.
Sementara berdasarkan data Sipongi per 10 September 2026 pukul 22.50 WIB, tercatat sebanyak tujuh titik hotspot.
Salah satu kejadian Karhutla terjadi di Dusun Runut, Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila.
BPBD Landak menerima laporan kebakaran pada pukul 07.12 WIB dan langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta pemerintah desa.
Kebakaran tersebut mengakibatkan lahan sawit milik masyarakat terbakar dengan luas sekitar 0,6 hektare.
Dalam penanganannya, BPBD Landak bersama Damkar Senakin dan masyarakat sekitar melakukan pemadaman. Api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan.
Karhutla juga terjadi di Dusun Saboro, Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila. Laporan diterima BPBD Landak pada pukul 09.35 WIB.
Kebakaran mengakibatkan lahan sawit dan karet milik warga terbakar dengan luas sekitar dua hektare.
Pemadaman melibatkan BPBD Landak, Polsek Sengah Temila dan TNI. Api berhasil dipadamkan dan petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Sementara itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Dusun Air Merah, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, pada pukul 10.45 WIB.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Landak melibatkan sejumlah unsur, yakni Polres Landak, Polsek Mandor, TNI, Manggala Agni, KPH Landak serta masyarakat sekitar.
Hingga laporan periode pukul 07.00–18.00 WIB diterbitkan, BPBD Landak masih melakukan upaya pemadaman di lokasi tersebut.
Selain ancaman kebakaran, kondisi kualitas udara di wilayah Kabupaten Landak juga menjadi perhatian. Laporan posko menyebutkan kualitas udara di 16 kecamatan pada 11 September 2026 akan diperbarui pada pukul 13.00 WIB, dengan kondisi dominan berada pada kategori “berbahaya”.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama pembakaran lahan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin. (oNe)














