Home / Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

BGN Menarget 1.000 hingga 5.000 SPPG di Indonesia

BANDA ACEH, Landak News – Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan untuk memperluas skema penyajian prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga akhir tahun ini, BGN menarget 1.000 hingga 5.000 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur umum sudah bisa menerapkan sistem tersebut di sekolah-sekolah.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan target tersebut akan langsung dieksekusi begitu masa evaluasi selesai. Saat ini, BGN tengah melakukan uji coba sistem prasmanan di 62 SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Merauke, Pulau Madura, Jawa, hingga Riau.

“Jika tidak ditemukan masalah yang signifikan, hingga akhir tahun kami menargetkan sedikitnya 1.000 hingga 5.000 dapur dapat melaksanakan MBG dengan sistem prasmanan,” kata Sudaryono usai meninjau pelaksanaan MBG di SD Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa (13/10).

Baca juga  Sebagian Penerbangan Dari dan Ke Bali Dibuka Kembali Usai Erupsi Lewotobi Laki-laki

BGN mengejar target ribuan dapur ini didasarkan pada sejumlah temuan positif di lapangan.

Sudaryono membeberkan tiga alasan utama mengapa sistem prasmanan dinilai perlu segera diperluas.

Pertama efisiensi konsumsi, lalu BGN memastikan makanan yang disajikan secara prasmanan tetap dalam keadaan hangat, sehingga jauh lebih segar dan nikmat saat disantap oleh para siswa.

Kemudian sistem prasmanan memaksa siswa untuk berpartisipasi aktif dalam rutinitas makan siang mereka di sekolah.

“Pelibatan siswa bukan sekadar menjadikan mereka pihak yang melayani secara cuma-cuma. Ada siswa yang mengantre, ada yang membantu melayani (sistem piket), dan ada yang belajar bersabar. Ini merupakan bagian dari pendidikan,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan bahwa banyak negara maju sudah menerapkan sistem serupa untuk mendidik karakter anak

Baca juga  Skandal Boeing, Pemerintah Larang Terbang 3 Pesawat Lion Air

Untuk mewujudkan target hingga 5.000 SPPG dalam waktu singkat di sisa tahun ini, ia menyadari ada tantangan terutama terkait kesiapan dan pelatihan pihak dapur serta sekolah.

Fase awal pelaksanaan akan menyasar SPPG dan sekolah yang secara infrastruktur serta SDM sudah mumpuni dan bersedia.

“Kami akan memulai sistem prasmanan dari dapur dan sekolah yang memiliki kemampuan. Kami ingin menguji coba sesuatu yang baik agar sekolah-sekolah lain dapat melihat hasilnya dan kemudian mengikuti praktik yang terbukti berjalan dengan baik,” tegas Sudaryono. (CNNI)

 

Share :

Baca Juga

Nasional

WHO Ingatkan soal Bahaya “Disease X” Bisa Jadi Pandemi Baru, Apa Itu?

Nasional

KPU Resmi Larang Konser Musik Saat Kampanye Pilkada 2020

Nasional

Warga Kesal, Kantor PTPN-II Kuala Bekala Digeruduk

Nasional

Mengapa Gempa Cianjur Memiliki Daya Rusak Besar?

Nasional

IWO dan Universitas Bung Karno Tandatangani Nota Kespahaman Untuk Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi

Nasional

152 Orang Etnis Rohingya Tiba di Pantai Labu Deli Serdang, Sumut

Nasional

Empat Provinsi Ini Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2023, Catat Jadwalnya

Nasional

Pemerintah Masih Menunggu Pengumuman Arab Saudi Perihal Izin Umrah
error: Content is protected !!