Home / Nasional

Sabtu, 10 Juni 2017 - 07:40 WIB

PBNU: Ulama Tak Perlu Dibela

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan ulama tak perlu dibela karena saat ini tak ada kriminalisasi terhadap mereka. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Jakarta, Landak News – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan ulama tak perlu dibela karena saat ini tak ada kriminalisasi terhadap mereka.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan pihaknya mempertanyakan ulama mana yang dibela saat ini. Ketika ditanya soal Rizieq Shihab, pentolan FPI, dia mengatakan tak ada ulama yang perlu dibela.

“Tidak ada kriminalisasi ulama. Ulama itu NU dan Muhammadiyah, ada enggak ulama NU-Muhammadiyah yang dibela?” kata Said usai menjadi pembicara peluncuran buku Miqat Kebinekaan di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6).
Lihat juga:Pengacara Sebut Warga Arab Saudi Bantu Fasilitas Rizieq
Dia mengatakan ulama itu adalah kelompok karena berbentuk jamak dari kata alim dalam bahasa Arab. Jadi kalau mau membela ulama, kata Said, maka berarti membela organisasi macam NU-Muhammadiyah, sehingga ulama tak perlu dibela.

Baca juga  Soroti Pernyataan Anies Baswedan, Formappi: Dia Seolah-olah Lupa Bahwa...

Diketahui, Presidium Alumni 212 menggelar Aksi Bela Ulama 96 pada hari ini di kawasan Masjid Istiqlal pada hari ini. Saat ini, massa juga masih berada di sana dan bersiap untuk beribadah Salat Tarawih.

Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi ulama. Sejumlah kasus yang disebut adalah kasus Rizieq Shihab terkait kasus dugaan pornografi, atau Al Khaththath yang dituding makar. Rizieq sendiri masih berada di Arab Saudi dan tak memenuhi panggilan kepolisian.
Lihat juga:Alumni 212 Sebut Aksi Bela Ulama Lebih Penting dari Tadarus

Kementerian Luar Negeri RI menyebut Arab Saudi tak akan memberikan suaka politik begitu saja kepada pentolan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, yang kini masih berada di negara kaya minyak itu dan menjadi buron polisi lantaran kasus dugaan pornografi.

Baca juga  Prabowo Dorong Kampus Kembangkan Industri Pertahanan

Juru Bicara Kementerian Luar Neger Armanatha Nasir mengatakan setiap negara memiliki kriteria masing-masing untuk memberikan suaka pada warga asing. Dia menuturkan, proses tersebut memerlukan waktu dan proses penilaian yang panjang.

“Setiap negara ada langkah dan mekanismenya sendiri dalam memproses permintaan suaka. Apakah dalam bentuk suaka politik, sosial, ekonomi, itu ada aturannya masing-masing dan membutuhkan proses yang sangat panjang dan ketat,” ucap Arrmanatha di Gedung Kemlu RI, Jumat (9/6). (asa)

Share :

Baca Juga

Nasional

Saksi Kasus Nurdin Abdullah Terima Uang Buat Sembako Covid-19

Nasional

SELAMAT Kenaikan Gaji PNS, TNI and Polri Disetujui Presiden Jokowi, Ini Besarannya

Nasional

Jelang Kedatangan Presiden dan Wapres RI, Penjagaan Arena Muktamar Ke-35 NU Diperketat

Nasional

PAN Pecat Zumi Zola dan Tak Beri Bantuan Hukum

Nasional

Ketua MPR: IWO Mampu Menjembatani Informasi dari Pusat ke Daerah Dengan Baik

Nasional

Prabowo: Pembekalan menteri di Akmil Magelang bawa tradisi heroisme

Nasional

‘Market Sounding’ Pembangunan IKN Nusantara Mundur ke September 2022

Nasional

Isu Iklim di Media: Antara Urgensi dan Kemasan
error: Content is protected !!