Home / Internasional

Minggu, 1 April 2018 - 09:54 WIB

Sekjen PBB Minta Myanmar Berikan Status Legal pada Muslim Rohingnya

United Nations Secretary-General Antonio Guterres gestures during a news conference at UN-run school in the northern Gaza Strip August 30, 2017. REUTERS/Mohammed Salem

United Nations Secretary-General Antonio Guterres gestures during a news conference at UN-run school in the northern Gaza Strip August 30, 2017. REUTERS/Mohammed Salem

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendesak pihak berwenang Myanmar untuk memberi orang-orang Rohingya sebuah status hukum. Foto/Reuters

NEW YORK , LANDAKNEWS – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendesak pihak berwenang Myanmar untuk memberi orang-orang Rohingya sebuah status hukum. Gutteres menuturkan, pemberian status legal adalah langkah awal untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Dalam sebuah pernyataan, Guterres mengatakan, Myanmar masih belum mau memberikan status kewarganegaraan bagi etnis Rohingnya, setidaknya berikan mereka status hukum yang legal. Status ini memungkinkan mereka untuk menjalani kehidupan yang normal.

Baca juga  Legalisasi Ganja Medis Tak Bermakna Legal Menanam Ganja

“Pihak berwenang di Myanmar harus mengambil tindakan tegas untuk mengakhiri lingkaran kekerasan yang kejam ini. Sangat penting untuk memberi orang-orang Muslim Rohingya, baik kewarganegaraan atau setidaknya untuk sekarang status hukum yang memungkinkan mereka memiliki kehidupan yang normal,” ucap Guterres, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (6/9).

Guterres menjelaskan, status tersebut akan memungkinkan orang-orang Rohignya untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan dasar, dan layanan kesehatan, dan memberi mereka kebebasan bergerak.

Baca juga  Badai di Arafah Mereda, Aliran Listrik Kembali Menyala

Sebelumnya, Guterres mendesak pihak berwenang Myanmar untuk mengakhiri kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Menurutnya, kawasan setempat bisa kacau akibat krisis di Rakhine.

Dia juga mengatakan telah menulis surat kepada Dewan Keamanan PBB. Isinya ungkapan keprihatinannya atas krisis di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Sumber: Sindo News

Share :

Baca Juga

Internasional

AS, Indonesia, Australia Langsungkan Latihan Militer di Tengah Kekhawatiran Akan China

Internasional

China Tuntut Pembatalan Pertemuan PBB terkait Uighur

Internasional

PBB “Sangat Prihatin” dengan Kekerasan Israel-Hamas

Internasional

AS Gagal Capai Target Vaksinasi, Facebook Tolak Disalahkan

Internasional

Suhu Sydney 47C, Warga Diminta Tak Keluar Rumah

Internasional

AS Jatuhkan Sanksi kepada Uganda karena Sahkan UU Anti-LGBT

Internasional

Menhan AS Ingatkan Potensi Kebangkitan Al-Qaida dan ISIS di Afghanistan

Internasional

143 Nyawa Melayang
error: Content is protected !!