Home / Nasional

Minggu, 22 April 2018 - 10:05 WIB

Wow Keren, Ditawar Rp200 M, Callind Asal Kebumen Berharap RI Seperti China

Ditawar Rp200 M, Callind Asal Kebumen Berharap RI seperti China
Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi yang mirip dengan WhatsApp dan BBM resmi diluncurkan.

JAKARTA, LANDAKNEWS- Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting buatan gadis Kebumen ternyata sudah ada yang berniat membeli dengan harga Rp200 miliar. Namun Novi Wahyuningsih secara tegas menolaknya dan bertekad jadikan Callind produk anak bangsa yang akan mendunia.

Novi mengatakan saat ini banyak perusahaan yang tertarik dengan Callind, saya berharap Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan karya anak bangsa.

Callind sudah ditawar Rp200 miliar namun saya bertekad untuk mempertahankannya dengan dukungan masyarakat Indonesia saya yakin Callind akan besar. Dan saya meminta Pemerintah lebih serius walaupun pak Komunikasi dan informatika RI telah merespons dengan baik. Namun saya berharap Indonesia seperti China memblokir semua aplikasi dari luar negeri di saat WeChat dan Alibaba ada,” tutur Novi di sela-sela peluncuran Callind di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Baca juga  TNI Akui Mayor Dedi Berupaya Halangi Proses Hukum

Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting yang memungkinkan kita melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call. Bahkan saat ini melalui Callind pengguna bisa menikmati info lalu lintas dari beberapa titik secara online. Sehingga pengguna Callind dapat memantau kondisi arus lalulintas yang sedang berlangsung.

Meski baru resmi diluncurkan hari ini, tapi Callind telah diunduh oleh 350.000 pengguna. Ke depan, ditargetkan bisa mencapai 10 juta pengguna dalam satu tahun. Dan tiga tahun kemudian, ditargetkan mencapai 50 juta pemakai. “Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai,” tutur Novi.

Kini gadis asal Kebumen itu tidak hanya sibuk mengembangkan perusahaan yang ia miliki, namun juga mondar-mandir ke beberapa kota di Indonesia untuk mengisi workshop/ seminar sebagai pembicara. Dia mengaku sering diundang dalam acara berskala nasional ataupun internasional.

Baca juga  Jokowi Hendak Makan Siang, Tetapi Mendadak Berhenti di Sawah

Menurut Novi, dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak. Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemilik Aplikasi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sumber: Sindo News

Share :

Baca Juga

Nasional

Gonjang-Ganjing Rp 300 Triliun, Keterangan Mahfud yang Ternyata Salah

Nasional

Presiden: Rata-Rata Kasus Aktif Indonesia Lebih Rendah dari Rata-Rata Dunia

Nasional

Tim Mitigasi IDI Dorong Pemerintah Berlakukan PSBB Ketat

Nasional

Kantor KUA Sidareja Di Bom Teroris

Nasional

Kemenkeu Tolak Pengunduran Diri RAT

Nasional

Jokowi Tegaskan TAP MPRS Sebut Soekarno Lindungi Tokoh PKI Dicabut

Nasional

Jokowi Resmikan Pabrik Vaksin COVID-19 Berbasis mRNA Pertama di Asia Tenggara

Nasional

WHO Ingatkan soal Bahaya “Disease X” Bisa Jadi Pandemi Baru, Apa Itu?
error: Content is protected !!