Home / Kalbar

Kamis, 21 Juni 2018 - 21:51 WIB

Karolin-Gidot Unggul di Debat Publik Tahap Akhir

PONTIANAK, LANDAKNEWS – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, mengungguli dua paslon lainnya pada acara Debat Publik Pilkada Kalbar 2018 tahap akhir, yang diadakan KPU Provinsi Kalbar di Hotel Aston Pontianak, Kamis (21/6/2018) sore.

Dari sekian sesi, dalam debat yang mengusung tema “Politik, hukum, kepemerintahan yang baik dan kualitas pertumbuhan ekonomi daerah,” Karolin-Gidot sangat menguasai setiap menjawab pertanyaan dari tim perumus maupun saat memberikan pertanyaan atau menanggapi penjelasan dan komentar dari paslon lain.

Seperti pada saat moderator melemparkan pertanyaan terkait upaya dan antisipasi korupsi di lingkungan pemerintahan apabila terpilih menjadi kepala daerah. Dengan cerdas Karolin memaparkan solusinya.

“Di Kalbar terjadi peningkatan kasus korupsi tiap tahunnya. Ke depan kita akan memaksimalkan fungsi e-bugeting, e-planning dan sistem lainnya. Kita akan meningkatan kerjasama dengan KPK, BPK untuk pihak lainnya untuk memperkecil peluang adanya korupsi di jajaran Birokrasi Kalbar,” kata Karolin.

Baca juga  Revolusi MTQ, Peserta Turun Mimbar Nilai Langsung Keluar

Karolin menyatakan, dirinya akan mendukung komitmen pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk, karena menurutnya korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan.

“Kita semua komitmen mendukung pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk mulai dari pungutan liar (pungli), gratifikasi, suap sampai pada penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara. Karena telah tertanam di benak kita bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan, menjadi faktor utama penghambat pembangunan kesejahteraan rakyat, korupsi adalah musuh bersama yang harus kita lawan bersama,” ujar Karolin.

Berkenaan dengan pertanyaan gagasan paslon dalam membangun Kalbar yang lebih baik, kata Karolin, kuncinya adalah sinergi antar pemerintah daerah, pusat dan pihak-pihak lainnya.

“Kunci keberhasilan pembangunan di Kalimantan Barat adalah adanya sinergisitas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat serta pihak ketiga,” terangnya.

Karolin menjelaskan, kondisi APBD Provinsi Kalbar yang hanya Rp5,2 triliun belum mampu untuk memeratakan pembangunan hingga ke tingkat daerah. Namun, dengan jejaring kuat yang dimiliki paslon nomor urut dua di pusat khususnya dengan Presiden RI, pembangunan Kalbar yang lebih maju akan mudah terwujud di tangan Karolin-Gidot.

Baca juga  Songkok Chapter Sekadau Menilai Karolin-Gidot Paslon Pilihan Anak Muda

“Kami tidak hanya berjanji, kami sudah buktikan. Pembangunan Jembatan Pak Kasih di Tayan, PLBN Aruk, Entikong dan Badau serta pembangunan jalan paralel perbatasan merupakan bukti yang dapat kita lihat saat ini,” kata Karolin.

Acara Debat Publik tahap akhir menyajikan tiga paslon, yaitu Milton-Boyman, Karolin-Gidot, dan Midji-Norsan. Sebelum acara debat dimulai, Karolin dan Gidot kompak mendatangi dua paslon lainnya, menyalami mereka penuh dengan rasa persaudaraan.

Datang menyalami paslon lain, sontak orang-orang yang ada di arena debat bertepuk tangan, memberikan penghargaan kepada Karolin-Gidot. Tidak cuma dari pendukungnya, standing applause juga diberikan pendukung dari paslon lain.

Penulis: Tim Liputan

Editor: One

 

Share :

Baca Juga

Kalbar

BAPAN Kalbar Minta DLH Uji Air Sekadau di Dekat Lokasi PETI

Kalbar

Harga Pangan di Pontianak Stabil

Kalbar

Mohamad Qadhafy dianggap Paling Mampu Menahkodai HIPMI Kalbar

Kalbar

Karolin Siap Perjuangkan Air Bersih Untuk Warga Pesisir Pantai

Kalbar

Gerhana Bulan Merah Terliihat Jelas di Pontianak

Kalbar

inDriver Kembali Beroperasi Penuh di Pontianak

Kalbar

Ini Komitmen Karolin Berjuang Untuk Masyarakat Pedalaman

Kalbar

Gubernur Cornelis Hadiri Peluncuran Buku Bung Karno
error: Content is protected !!