Home / Nasional

Jumat, 30 Agustus 2019 - 09:27 WIB

Gerakan Dayak Nasional Berlangsung Aman dan Damai, Pemuda Dayak Kalbar Ikut Menyampaikan Aspirasinya ke Istana Presiden RI

JAKARTA – Masyarakat Adat Dayak seluruh Kalimantan dari Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur dan Utara berbondong-bondong mendatangi ibukota Republik Indonesia di Jakarta.

Teriknya sinar matahari yng menyengat dari atas tugu monas tidak melemahkan semangat seluruh masyarakat Adat Dayak yang hadir dengan suka rela untuk menyampaikan aspirasinya menanggapi keputusan yang akan disampaikan kepada Presiden RI terpilih Ir. Joko Widodo Kamis (29/8/2019), pagi.

Kegiatan yang dinamai dengan Gerakan Dayak Nasional (GDN) ini bermula dari ide salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Tumbang Anoi yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu. Dari kegiatan tersebut dibentuklah struktur pengurus GDN yang diketuai oleh DR.Drs.Nicodemus R.Toun,MM.

Sekitar ratusan perwakilan Masyarakat Adat Dayak se-Kalimantan yang tergabung ke dalam GDN berkumpul sejak Rabu (28/9/2019) di Kompleks Dango Khatulistiwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Termasuk Organisasi Pemuda Dayak Kalimatan Barat (PDKB), beberapa perwakilan Pengurus Inti ikutserta melakukan orasinya di depan Istana Negara RI dengan tiga tuntutan  di antaranya: Pertama, menuntut agar orang Dayak khususnya putra/putri terbaik Dayak untuk duduk di dalam Kabinet Presiden terpilih Ir. Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin periode 2019-2024.

Baca juga  Setneg Jawab Amien: Kita Butuh Pikirannya, Bukan Cuma Gosip Politik

Kedua, menuntut agar dicabutnya beberapa undang-undang yang regulasinya merugikan Masyarakat Adat Dayak seperti undang-undang pertanian, perkebunan dan pertambangan dan meminta presiden agar Sumber Daya Manusia (SDM) Dayak untuk masuk ke dalam jajaran TNI/POLRI serta IPDN. Ketiga, menuntut agar Agama Kaharingan (Agama Asli suku Dayak) agar disahkan menjadi agama resmi di Indonesia.

Dalam hal ini, PDKB ikut serta mengirim beberapa perwakilan di antaranya Hendra Darwilias, ST selaku Ketua Umum, Adrianus, S. Pd., M. Pd, wakil ketua umum, Erwin, S. Hut Sekretaris Umum, Sunarto, S.TP, Bobpi Kaliyono, SH serta Joni atau Wakjon.

Beberapa perwakilan dari PDKB ini berangkat dengan biaya masing-masing. Dengan harapan agar ikutserta dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Dayak secara universal. Selain itu, karena hasil kesepakatan GDN kurang lebih sama dengan hasil Rapat Kerja (Raker) Pengurus 1 Pemuda Dayak Kalimantan Barat yang berlangsung 4 mei 2019 yang lalu.

Baca juga  Ditjen Pajak Perpanjang Waktu Pelaporan Program Tax Amnesty hingga 31 Mei, Ini Alasannya

Menurut ketua PDKB, Hendra Darwilias,ST yang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut menganggap bahwa kegiatan berjalan lancar, aman dan damai sesuai dengan kesepakatan bersama, kemudian tepat pukul 12.00 siang pada saat berorasi beberapa peserta diminta menghadap Staf Kepresidenan dengan hasil, yang pertama semua aspirasi sudah dicatat dan akan disampaikan kepada Presiden RI untuk dipelajari.

Kedua, dalam waktu dekat, akan ada perwakilan yang akan dipanggil kembali menghadap Presiden RI untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.

“Kami dari Perwakilan Pemuda Dayak Kalimantan Barat berharap agar aspirasi-aspirasi yang sudah disampaikan ke Istana Negara data direalisasikan oleh Presiden RI, Bapak Ir.Joko Widodo, ” tutup Hendra. (R)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ridwan Kamil Dinilai Jadi ‘Biang Kerok’ Perundungan Guru Pengkritiknya di Media Sosial

Nasional

Apa itu Danantara Bentukan Prabowo yang Bakal Kelola Dana yang Saingi Negara Maju

Nasional

Akankah Prabowo Subianto Jadi Presiden ‘Kebijakan Luar Negeri’?

Nasional

OTT Hakim PN Surabaya, Bukti Hukum Diperdagangkan dan Jauh dari Keadilan

Nasional

Menunggu Keseriusan Pemerintah Tuntaskan RUU Perampasan Aset

Nasional

Tanggal Pencairan THR PNS 2023 Akan Dimajukan, Berapa Besarannya? Ini Kata Sri Mulyani

Nasional

Maruarar Sirait Rayu Kemenkeu Hapus PPH dan PPN Perumahan

Nasional

IWO : Pembunuhan Bersenpi Terhadap Wartawan di Simalungun Tak Bisa Ditolerir
error: Content is protected !!