Ngabang (Landak News) – Kelangkaan minyak goreng belum juga berakhir. Tak sedikit keluarga yang mengeluhkan krisis minyak goreng ini, selain mahal juga langka.
Hal itu menjadi perhatian serius Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerh (DPRD) Kabupaten Landak, yang meminta pemerintah mengambil langkah-langkah kongrit.
“Masalah kelangkaan minyak goreng adalah masalah nasional. Kita juga memahami situsasi dan kondisi. Sebetulnya dari gerakan-gerakan masyarakat sudah ada yang meminta dan mendesak kepada pemerintah segara mengambil langkah kongrit,” kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Landak Evi Yuvenalis, SH, tadi padi di Ngabang.
Komisi B yang membidanggi Ekonomi dan Keuangan ini, pandangan ini ia sampaikan secara umum. Namun, di Kabupaten Landak ia menilai tidak begitu membuat pusing atau gelisah masyarat.
“Cuman kita antisipasi hari raya lebaran, tentu nanti dari Komisi B rencana mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Landak,” tegas Evi.
Komsisi B DPRD Kabupaten Landak, berharap kepada pemerintah mengambil langkah, terutama ada hal yang mendesak menghadapi hari bulam sci ramadhan dan hari raya lebaran bagi umat Muslim.
Selain itu, itu juga dari Komisi B DPRD Kabupaten Landak melakukan sidak dipasar-pasar. Dimana dikhawatirkan oleh komisi ini, seakan-akan ada penimbunan minyak goreng.
“Sehingga harus kita lakukan sidak ke pasar-pasar,” harapnya.
Pemerintah Kabupaten Landak, saran Evi harus membuat kegiatan, paling tidak jika pemerintah daerah punya anggaran mencari stok minyak goreng atau membuat pasar murah sehingga masyarat bisa terbantu dengan pasar murah tersebut. Dimana minyak goreng ini adalah kebutahan dasar bagi masyarat di Kabupaten Landak.
Dalam waktu dekat, Evi berjanji, akan mengangendakan rapat bersama dengan pihak dinias terkait dalam hal ini Dinas Perindagkop Kabupaten Landak.
“Mudah-mudahan akhir bulan ini kita bisa duduk satu meja gelar rapat bersama pihak terkait, “ harapnya. (h)










