Ngabang, Landak News – Seorang warga Ngabang menjadi korban kehilangan uang secara misterius melalui aplikasi dompet digital DANA. Uang sebesar Rp3.020.000 yang dikirimkan oleh rekannya pada pukul 13.17 WIB tiba-tiba raib hanya dalam hitungan menit.
Korban, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa uang tersebut diduga tersedot otomatis oleh salah satu aplikasi jual beli online yang pernah ia gunakan beberapa bulan lalu. Akibat peristiwa itu, saldo yang tersisa di akunnya hanya Rp3.350.
“Dana itu titipan dari teman. Saya baru sadar saat ingin memindahkan ke rekening, ternyata uangnya sudah hilang. Padahal saya belum menyentuh aplikasi apapun,” ungkapnya dengan nada kecewa, Selasa (17/6/2025).
Berdasarkan riwayat transaksi yang berhasil dikumpulkan, tercatat lima kali penarikan dana secara otomatis dari akun DANA korban.
Penarikan pertama sebesar Rp450.000, lalu tiga penarikan berikutnya masing-masing sebesar Rp997.459, dan penarikan terakhir sebesar Rp25.025.
Pihak DANA yang dihubungi korban menyatakan bahwa kemungkinan besar akun tersebut telah diakses oleh pihak lain melalui PIN atau kode OTP (One-Time Password).
Mereka menyarankan agar korban segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib untuk dilakukan investigasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Untuk keamanan, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku dari perusahaan resmi. Kami tidak pernah meminta data pribadi pelanggan,” tulis pernyataan resmi dari pihak DANA yang diterima redaksi.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kebocoran data dan penyalahgunaan aplikasi digital yang marak terjadi belakangan ini.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan aplikasi keuangan, terlebih saat menyambungkan dengan layanan pihak ketiga seperti aplikasi belanja daring. (One)









