Home / Internasional

Sabtu, 9 Juli 2022 - 07:07 WIB

Dalam KTT G20, Menlu Rusia Kritik Barat dan 2 Kali ‘Walk Out’

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Nusa Dua, Bali, 8 Juli 2022. (Kementerian Luar Negeri Rusia/Handout via REUTERS)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Nusa Dua, Bali, 8 Juli 2022. (Kementerian Luar Negeri Rusia/Handout via REUTERS)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Jumat (8/7) menyalahkan Amerika karena meninggalkan pembicaraan perdamaian mengenai perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

VOA – Para menteri luar negeri dari 20 negara berkembang terkaya dan terbesar di dunia (G-20) berusaha menemukan titik temu atas perang Rusia di Ukraina dan cara menangani dampak globalnya.

Semua pemain utama menghadiri KTT Menteri Luar Negeri G-20 itu di Bali. KTT itu untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina menghadirkan Lavrov dan rekannya, Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken, dan banyak lainnya dalam satu ruangan.

Namun, Lavrov dilaporkan keluar dari ruang sidang (walk out) setidaknya dua kali. Pertama, ketika Menlu Jerman Annalena Baerbock berbicara pada sesi pembukaan. Kedua, sebelum Menlu Ukraina Dmytro Kuleba berbicara melalui video pada sesi kedua, menurut seorang diplomat barat yang hadir.

Baca juga  Lebih Dekat dengan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Landak (3)

Para menteri dan anggota delegasi mendengarkan Menlu Retno Marsudi menyampaikan sambutannya pada sesi pembukaan Pertemuan Menlu G20 di Nusa Dua, Bali, 8 Juli 2022. (Foto: Dita Alangkara via Reuters)

Meskipun duduk di seputar meja konferensi besar yang sama untuk pembukaan, baik Lavrov maupun Blinken saling tidak peduli. Keduanya tidak berencana untuk bertemu.

“Kami tidak mengejar siapa pun untuk menyarankan pertemuan. Kalau mereka tidak ingin berbicara, itu adalah pilihan mereka,” cetus Lavrov dalam briefing dengan wartawan setelah sesi pertama.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa Lavrov mengkritik Barat karena berfokus pada operasi militer Moskow di Ukraina dalam KTT itu, bukannya menangani masalah ekonomi global. Indonesia sebagai tuan rumah KTT mendesak G20 membantu mengakhiri konflik di Ukraina.

Asap mengepul di Donetsk, Ukraina timur akibat serangan artileri, Rabu 6 Juli 2022. Perang di Ukraina tampaknya masih akan terus berlanjut.

Baca juga  Curi Motor di Menjalin: Joni Warga Kecamatan Sompak diamankan Polisi

Kepada wartawan, Lavrov mengatakan bahwa Rusia siap berunding dengan Ukraina dan Turki tentang gandum tetapi tidak jelas kapan pembicaraan semacam itu akan terjadi.

Rusia mengatakan “operasi militer khusus” dimaksudkan untuk melemahkan militer Ukraina, mengenyahkan orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya, dan mencegah Amerika Serikat menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia.

Ukraina dan negara-negara Barat yang mendukungnya mengatakan Rusia terlibat dalam perampasan lahan bergaya kekaisaran yang tidak dapat dibenarkan. Rusia mengatakan upaya Barat untuk mengisolasinya dengan sanksi terberat dalam zaman modern mirip deklarasi perang ekonomi. Dikatakan, mulai sekarang Rusia akan beralih ke Tiongkok, India, dan kekuatan lain di luar Barat. [ka/ab]

Sumber: VOA

 

 

Share :

Baca Juga

Internasional

Jasad Biarawati yang Dikubur 4 Tahun Lalu Masih Utuh, Tubuh Suster Wilhelmina Lancaster Tak Busuk

Internasional

Pesawat Militer Filipina Jatuh, 29 Tewas, 50 Selamat

Internasional

China Kecam Kunjungan Pejabat Pentagon ke Taiwan

Internasional

Mantan Tentara Israel Kembalikan Kunci Masjid Al Aqsa yang Dicuri 56 Tahun Silam

Internasional

Theresa May Ungkap Susunan Kabinet Baru

Internasional

Indonesia Sediakan Takjil di Masjid Al Aqsa

Internasional

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Diri di Masjid Syiah di Afghanistan, ISIS Klaim Tanggung Jawab

Internasional

China Pakai Vaksin Sinopharm dan CanSino untuk Lawan Covid
error: Content is protected !!