Home / Nasional

Senin, 22 Agustus 2022 - 08:07 WIB

Australia Terkejut atas Pengurangan Masa Hukuman Pembom Bali

 
Tangkapan layar dari video SCTV 17 Agustus 2022, tampak terpidana Umar Patek berbicara kepada media setelah menerima surat pengurangan hukumannya dalam sebuah upacara di Penjara Porong di Sidoarjo, Jawa Timur (17/8). (Courtesy: SCTV via AP)

Tangkapan layar dari video SCTV 17 Agustus 2022, tampak terpidana Umar Patek berbicara kepada media setelah menerima surat pengurangan hukumannya dalam sebuah upacara di Penjara Porong di Sidoarjo, Jawa Timur (17/8). (Courtesy: SCTV via AP)

Australia kaget dan cemas setelah mendapat konfirmasi bahwa masa tahanan pembuat bom Bali kembali dikurangi. Dalam serangan pada Oktober 2002 itu, 202 orang, termasuk 88 warga Australia, tewas bersama korban dari Indonesia, Inggris, Amerika dan negara-negara lain.

Umar Patek, anggota kelompok militan Jemaah Islamiyah yang terkait Al Qaeda, dihukum penjara 20 tahun pada 2012.Patek dinyatakan bersalah membuat bom yang menghancurkan dua klub malam 10 tahun lalu di pulau Bali. Akibatnya, 202 orang tewas, termasuk 88 warga Australia. Minggu lalu kembali masa hukumannya dikurangi sebagai bagian dari remisi yang diberikan kepada narapidana untuk menandai Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Patek memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat bulan ini karena telah menjalani dua pertiga dari masa hukuman penjaranya.

Patek adalah salah seorang yang paling ‘diburu’ di Asia. Ia buron selama hampir 10 tahun sebelum ditangkap di Pakistan. Para pejabat bersikeras dia telah dideradikalisasi.

Kementerian Kehakiman Indonesia harus memberi persetujuan akhir untuk pembebasannya.

Di Australia, ada kemarahan dan kecemasan bahwa salah seorang arsitek utama serangan Bali akan segera bebas.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan kekhawatirannya dan mengatakan, “Ini akan menjadi keprihatinan bagi keluarga korban. Kami terus mengupayakan jalur diplomatik demi kepentingan Australia dan akan terus melakukannya dalam berbagai masalah yang berkaitan dengan keamanan dan terkait hukuman.”

Otak serangan bom Bali, Hambali, juga dikenal sebagai Encep Nurjaman, ditahan di Teluk Guantanamo, fasilitas Amerika di Kuba. Sejak 2006, ia menunggu persidangan. Tiga konspirator kunci lainnya dieksekusi pada November 2008. Lainnya dibunuh oleh polisi Indonesia sebelum diadili.

Bom Bali sangat memengaruhi Australia. Bali adalah tujuan wisata yang populer. Serangan itu menghancurkan rasa aman Australia yang terisolasi. Walaupun pemboman itu tidak terjadi di dalam negeri Australia, mereka merasa peristiwa itu sangat dekat.

Korban bom Bali berasal dari lebih 20 negara, mencakup Brasil, Jerman, Jepang, dan Selandia Baru. [ka/lt]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Gunung Marapi Semburkan Awan Abu Seminggu Setelah Letusan Mematikan

Nasional

Ungkap Kondisi Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Panglima TNI: Sebenarnya Kondusif, Hanya Saja…

Nasional

Kolaborasi Menteri BUMN dan Menteri Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan

Nasional

Apresiasi Pergunu atas Langkah Prabowo Kirim 20 Ribu Pasukan: Transformasi Pesantren dan Amanah Kader Bangsa Jadi Kunci

Nasional

Rafael Alun Trisambodo Dijatuhi Vonis 14 Tahun Penjara

Nasional

Kasus Diabetes Naik, Kemenkes Desak Kemenkeu Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Nasional

Media Asing Ramai-ramai Soroti Pelantikan Prabowo-Gibran, Apa Kata Mereka?

Nasional

KPU akan Revisi Pasal 8 Soal Keterwakilan Perempuan
error: Content is protected !!