Home / Politik

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:54 WIB

Lasarus Belum Ada Tanda-tanda Daftar

Pontianak – Lasarus, salah satu tokoh Kalbar sangat diperhitungkan di Pilgub Kalbar pada November 2024. Namanya sering disebut. Cuma, benarkah ia serius maju bertarung. Sampai saat ini, putra asli Kalbar ini belum ada tanda-tandanya.

Saat Demokrat menutup pintu pendaftaran kemarin, hanya ada lima nama mengambil formulir. Kelimanya adalah Sutarmidji, Ria Norsan, Herzaky Mahendra Putra, Maman Abdurahman, dan Muda Mahendrawan. Tak ada kan nama Lasarus.

Bisa saja PDIP tak mau berkoalisi dengan Demokrat. Soalnya, PDIP tanpa koalisi pun bisa nyalon sendiri. Alumni Sospol Untan ini cukup dengan tiket sendiri bisa maju. Atau, menunggu partai yang cocok untuk berkoalisi buka pendaftaran juga. Misal, Gerindra buka pendaftaran, barulah ia daftar. Begitu juga partai lain.

Sepertinya Lasarus masih melihat, mengamati, mempelajari, dan menimbang partai mana yang cocok diajak temanan di Pilgub kali ini. Takutnya salah pilih teman, malah fatal. Walau pun sendirian bisa, tapi jomblo itu tak enak wak. Kesepian takutnya. Di sana joget-joget, lalu sendirian mojok di sudut jalan. Saya yakin, PDIP butuh teman koalisi. Cuma, parpol mana mau diajak koalisi, apakah dengan PPP lagi saat di Pilpres, atau dengan PKS, atau dengan Golkar. Nah, kalau dengan Golkar seru tu. Maman berduet dengan Lasarus, sama-sama peraih suara terbanyak, sama-sama parpol raksasa, sama-sama ketua partai, sama-sama penghuni Senayan lagi. Tunggu dulu, lalu siapa KB1 dan KB2 nya. Di sini yang tak bisa disatukan. Gengsi dong Lasarus jadi wakil. Begitu juga Maman. Wong kedudukannya apple to apple kok.

Baca juga  GAPKI Tanggapi Pembentukan BPDP

Di Demokrat baru ambil formulir. Step berikutnya, penyerahan formulir sebagai bukti ia positif nak jadi gubernur lewat perahu bintang merci. Nanti, DPP pusat akan memutuskan dari lima nama itu. Di sini udah ranah pusat, akan ada deal-deal politik. Termasuk, mahar, ups. Ente nyeberang dari Kapuas Besar ke Siantan jak bayar Rp2.000 pakai perahu motor, ape age nak naik perahu politik, pasti bayarlah.

Hal menarik, Ria Norsan juga daftar sebagai Cagub, bukan Wakil. Apakah ini indikasi mantan penguasa Mempawah ini pisah dengan Midji. Kabar berembus seperti itu, Norsan maju juga. Demokrat salah satu parpol potensial untuk dinaikinya. Apalagi Ketua Demokrat adalah family dekatnya.

Hal menarik lainnya, Muda Mahendrawan. Gembar-gembor nak gunakan jalur independen. Bahkan, timnya sudah bergerak ngumpulkan fotokopi KTP warga. Kok malah daftar ke Demokrat? Apa ia batal lewat jalur perseorangan. Atau, merasa peluangnya kecil di independen, lalu lewat parpol juga. Atau, strategi main dua kaki.

Kemudian, Herzaky kader muda Demokrat. “Biak Sambas tok e, wak” Ya, kader Demokrat ini berdarah Sambas yang wajahnya sering kuluk-kilek di televisi nasional. Boleh juga diperhitungkan. Ia pasti mengambil segmentasi orang muda. Kalau lihat lima nama itu, beliau paling muda. Momennya pas sekarang, “Saatnya anak muda memimpin.” Ini gara-gara si Samsul, kawan saya di Pokja, bukan Samsul yang lain ya.

Baca juga  Dua Hari Ibu-Ibu di Kabupaten Landak Dapat Pelatihan Olahan Ikan

Sutarmdji alias Midji, ia daftar ke Demokrat karena butuh koalisi. Demokrat tak mungkin sendiri, wajib berkoalisi. Nasdem dan PKS hampir dipastikan mengusung mantan Gubernur Kalbar ini. Bisa saja terbentuk koalisi besar Demokrat, Nasdem, dan PKS mengusung Midji.

Perlu kalian ketahui, semua itu hanya administratif. Penentu sesungguhnya bukan di Kalbar, melainkan di hotel-hotel berkelas di Jakarta sono. Orang pusat penentunya. Lho tahu sendiri gimana orang pusat main. Siapkan koper yang isinya bukan pakaian, melainkan lembaran-lembaran bergambar pendiri bangsa ini. Apalagi pasca Pemilu, banyak modal amblas, saatnya mengisi kembali kas yang terkuras.

Kembali ke Lasarus, sepertinya ia akan main di detik terakhir. Di saat parpol lain sudah fix dengan cagub dan cawagubnya. Ibaratnya menunggu di tikungan terakhir. Saya yakin, ia sedang membangun koalisi besar juga. Kalau PDIP sendirian, berat juga mau menang, apalagi harus berhadapan dengan pasangan Midji-Norsan atau yang lain. Kira-kira gitu wak.

#camanewak

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Share :

Baca Juga

Politik

Nurdin Halid: Tak Ada Istilah Orangnya Novanto di Golkar

Politik

Anis Matta: Agama dan Negara Kunci dalam Sistem Pemberantasan Korupsi

Politik

Djarot PDIP Pertanyakan Alasan 7 Partai Dukung Bobby Nasution di Pilgub Sumut: Faktor Dia atau Mertuanya?

Politik

Nenek Hilang Belum Ditemukan, Polsek Mandor Dan Warga Masih Mencari

Politik

Setuju Seperti Jokowi soal Koalisi Besar, PDI-P Beri Syarat

Politik

Sudaryono Dilantik Jadi Wamentan, Prabowo Dukung Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng?

Politik

Usul NasDem Deklarasi Koalisi 10 November Ditolak PKS

Politik

Gelar ‘GELORA DIGIFEST 2020’ , Partai Gelora Indonesia Mulai Lakukan Rekruitmen Anggota Secara Digital
error: Content is protected !!