Home / Nasional

Jumat, 19 Juli 2024 - 09:21 WIB

Jokowi Lantik Keponakan Prabowo Menjadi Wamenkeu, Strategi Mengunci Perencanaan Anggaran?

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah melantik Thomas M. Djiwandono atau Tommy sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) 2 pada Kamis, 18 Juli 2024. Pelantikan keponakan presiden terpilih Prabowo Subianto itu disoroti oleh pengamat dan ekonom.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengatakan pelantikan Tommy tak terlepas dari upaya tim Prabowo untuk memastikan transisi pemerintahan. Sebelumnya, Bendahara Partai Gerindra itu juga telah tergabung di dalam Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Untuk mengunci sumber daya strategis di pemerintahan khususnya terkait dengan perencanaan anggaran,” katanya kepada Tempo pada Kamis, 18 Juli 2024.

Dia melanjutkan, terlalu banyak isu liar bermunculan ke permukaan yang berkaitan langsung dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhir-akhir ini. Mulai dari isu family office, tabungan perumahan rakyat (Tapera), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga anggaran makan bergizi gratis.

Baca juga  Greenpeace: 3,12 Juta Hektare Sawit Berada Dalam Kawasan Hutan

Masuknya tim Prabowo ke Kemenkeu, kata dia pasti memengaruhi narasi dan prioritas di internal kementerian. “Termasuk soal pengisian jabatan di internal kementerian pasca pemerintahan Jokowi dan memastikan struktur anggaran berpihak pada kepentingan politik dan pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan,” tutur Wahyudi Askar.

Mengingat Thomas Djiwandono yang sebelumnya sudah masuk dalam tim transisi pemerintahan, Wahyudi menduga ada dinamika di internal kementerian. Oleh karena itu, dia pun masuk langsung ke dapur kementerian. “Jika masuk secara struktural, power-nya akan lebih besar dibandingkan dengan Tim Gugus Tugas, karena mengikuti day to day di kementerian.”

Baca juga  Kapolsek Kuala Behe Tinjau Banjir, Himbaukan Warga Selalu Waspada

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) David Sumual berharap proses transisi berjalan mulus dengan masuknya Thomas Djiwandono ke dalam kabinet. Kemudian, juga dapat memastikan program-program pemerintahan berikutnya bisa berjalan. “Pelantikan baru 20 Oktober, sedang pengesahan APBN di Agustus ini. Pertanyaan-pertanyaan kan juga banyak menyangkut program-program pemerintahan ke depan,” tuturnya saat dihubungi Tempo pada Kamis.

Atas penunjukan Thomas Djiwandono ini, David memperkirakan investor masih akan menunggu. “Sejauh ini mungkin market masih akan wait and see untuk posisi kunci perekonomian yang lain,” kata dia.

Sumber: Tempo

Share :

Baca Juga

Nasional

Setneg Jawab Amien: Kita Butuh Pikirannya, Bukan Cuma Gosip Politik

Nasional

4 Nama Diprediksi Jadi Menkeu di Kabinet Prabowo-Gibran,Rocky Gerung: Era Sri Mulyani Sudah Selesai

Nasional

Mahfud MD Perintahkan Polisi Periksa Denny yang Bocorkan Rahasia Negara

Nasional

Rawan Rampok, Polisi Beri Pengawalan Gratis Selama Ramadan

Nasional

KontraS Aceh Duga Pelantikan Mantan Pimpinan TNI Sebagai Pejabat Gubernur Cacat Hukum

Nasional

FIRMAX3 CRIM AJAIB, SEMBUHKAN BERBAGAI PENYAKIT

Nasional

3,6 Juta Wisatawan Asal Australia Ditargetkan Kunjungi Indonesia

Nasional

Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi
error: Content is protected !!