NGABANG, LANDAK NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak menangani tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Jelimpo dan Kecamatan Ngabang, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan Laporan Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Landak periode pukul 07.30 WIB hingga 19.30 WIB, tiga lokasi yang mengalami kebakaran yakni Dusun Angan Tembawang, Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo; Dusun Plasma 3, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang; serta Dusun Hilir Tengah 2, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang.
Di Dusun Angan Tembawang, BPBD Landak menerima laporan kebakaran pada pukul 14.38 WIB. Petugas kemudian melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta pemerintah desa.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan karet milik masyarakat dengan luas sekitar satu hektare. Api berhasil dipadamkan secara manual oleh masyarakat sekitar.
Sementara itu, di Dusun Plasma 3, Desa Amboyo Utara, BPBD Landak menerima laporan kebakaran pada pukul 14.38 WIB. Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman mulai pukul 16.17 WIB.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Landak bersama PSC 119 Dinas Kesehatan Landak dan masyarakat sekitar berhasil memadamkan api. Petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Kebakaran juga terjadi di Dusun Hilir Tengah 2, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Laporan diterima BPBD Landak pada pukul 18.25 WIB dan petugas langsung bergerak ke lokasi pada pukul 18.30 WIB.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,1 hektare. Pemadaman melibatkan BPBD Landak, Polres Landak, TNI, Damkar Swasta Kabupaten Landak, PSC 119 Dinas Kesehatan Landak serta masyarakat sekitar.
Api berhasil dipadamkan dan petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Nol Hotspot
Di tengah adanya penanganan kebakaran di tiga lokasi tersebut, data pemantauan hotspot menunjukkan tidak ditemukan titik panas.
Data BMKG per 13 September 2026 pukul 17.00 WIB mencatat 0 titik hotspot, baik kategori rendah, menengah maupun tinggi. Sementara berdasarkan data SIPONGI per 12 September 2026 pukul 22.50 WIB juga tercatat 0 hotspot.
Meski demikian, kondisi di lapangan tetap menjadi perhatian karena kebakaran dapat terjadi pada lahan masyarakat meskipun tidak terdeteksi sebagai hotspot oleh sistem pemantauan.
Selain penanganan karhutla, BPBD Landak juga menerima bantuan logistik dari Perumahan Mamuraja berupa 100 kilogram beras, 10 dus mi instan, 10 kotak air mineral, enam rak telur dan dua kotak masker.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan kualitas udara dari 16 Puskesmas di Kabupaten Landak pada 13 September 2026, kondisi kualitas udara dilaporkan dominan berada pada kategori “BERBAHAYA”.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak asap karhutla dan menggunakan masker saat berada di luar rumah. (oNe)














