NGABANG, LANDAK NEWS – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai di Kabupaten Landak, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan terbatasnya sumber air di sejumlah wilayah.
Meski demikian, kondisi Karhutla di Kabupaten Landak saat ini disebut masih relatif terkendali. Berdasarkan pemantauan titik panas atau hotspot, jumlahnya dinilai termasuk yang terkecil dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Barat.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kondisi Karhutla, langkah penanganan, serta ancaman yang dihadapi masyarakat, Pimpinan Redaksi Landak News, Heri Irawan, melakukan wawancara eksklusif dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, ST.
Wawancara dikemas dalam format tanya jawab (Q&A) dalam rubrik “Lebih Dekat dengan BPBD Kabupaten Landak”. Pada bagian pertama ini, pembahasan difokuskan pada kondisi Karhutla di Kabupaten Landak.
BAGIAN I – KONDISI KARHUTLA
Heri Irawan:
Pak, bagaimana kondisi Karhutla di Kabupaten Landak saat ini?
Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Kondisi Karhutla di Landak jika dilihat dari titik hotspot termasuk yang terkecil dibandingkan dengan kabupaten lain.
Heri Irawan:
Dari beberapa titik api yang muncul, wilayah mana yang saat ini menjadi perhatian BPBD?
Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Semua tempat kita pantau. Tetapi yang akan ditangani jika pada saat bersamaan tentunya yang mempunyai ancaman tertinggi, terutama pada permukiman, usaha masyarakat dan lokasi tanah gambut.
Heri Irawan:
Seberapa besar ancaman Karhutla terhadap permukiman dan masyarakat di Kabupaten Landak?
Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Berdasarkan laporan kejadian, ada beberapa daerah yang mengancam permukiman. Kondisi lahan yang kering dan sumber air yang kurang menyebabkan semua kebakaran lahan sangat berpotensi mengancam permukiman dan masyarakat karena faktor yang saya sampaikan tadi.
Heri Irawan:
Bagaimana perkembangan titik hotspot dalam beberapa hari terakhir, apakah cenderung meningkat atau menurun?
Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Perkembangan titik hotspot cenderung menurun karena beberapa hari yang lalu sempat turun hujan yang cukup merata, walaupun tidak begitu lebat dan berlangsung lama. (Bersambung ke Bagian II)














