Home / Kab Landak

Selasa, 15 September 2026 - 08:25 WIB

Lebih Dekat dengan BPBD Kabupaten Landak: Karhutla dan Ancaman terhadap Masyarakat

NGABANG, LANDAK NEWS – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai di Kabupaten Landak, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan terbatasnya sumber air di sejumlah wilayah.

Meski demikian, kondisi Karhutla di Kabupaten Landak saat ini disebut masih relatif terkendali. Berdasarkan pemantauan titik panas atau hotspot, jumlahnya dinilai termasuk yang terkecil dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Barat.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kondisi Karhutla, langkah penanganan, serta ancaman yang dihadapi masyarakat, Pimpinan Redaksi Landak News, Heri Irawan, melakukan wawancara eksklusif dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, ST.

Wawancara dikemas dalam format tanya jawab (Q&A) dalam rubrik “Lebih Dekat dengan BPBD Kabupaten Landak”. Pada bagian pertama ini, pembahasan difokuskan pada kondisi Karhutla di Kabupaten Landak.

Baca juga  Peduli Infrastruktur di Wilayah, Koramil Nanga Pinoh Karya Bhakti Perbaiki Jalan dan Jembatan

BAGIAN I – KONDISI KARHUTLA

Heri Irawan:
Pak, bagaimana kondisi Karhutla di Kabupaten Landak saat ini?

Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Kondisi Karhutla di Landak jika dilihat dari titik hotspot termasuk yang terkecil dibandingkan dengan kabupaten lain.

Heri Irawan:
Dari beberapa titik api yang muncul, wilayah mana yang saat ini menjadi perhatian BPBD?

Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Semua tempat kita pantau. Tetapi yang akan ditangani jika pada saat bersamaan tentunya yang mempunyai ancaman tertinggi, terutama pada permukiman, usaha masyarakat dan lokasi tanah gambut.

Heri Irawan:
Seberapa besar ancaman Karhutla terhadap permukiman dan masyarakat di Kabupaten Landak?

Baca juga  LEBIH DEKAT MENGENAL DISBUDPORAPAR KABUPATEN LANDAK (2)

Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Berdasarkan laporan kejadian, ada beberapa daerah yang mengancam permukiman. Kondisi lahan yang kering dan sumber air yang kurang menyebabkan semua kebakaran lahan sangat berpotensi mengancam permukiman dan masyarakat karena faktor yang saya sampaikan tadi.

Heri Irawan:
Bagaimana perkembangan titik hotspot dalam beberapa hari terakhir, apakah cenderung meningkat atau menurun?

Stefanus Suseno Caroko Hadi:
Perkembangan titik hotspot cenderung menurun karena beberapa hari yang lalu sempat turun hujan yang cukup merata, walaupun tidak begitu lebat dan berlangsung lama. (Bersambung ke Bagian II)

Share :

Baca Juga

Kab Landak

46 Mahasiswa Berbagai Program Studi Ikuti Ujian ) secara Online (UO) Universitas Terbuka Pertama Kali di Kabupaten Landak

Kab Landak

Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Landak Tahun 2024,

Kab Landak

Dua Calon Kades Hilir Kantor Tak Hadir Dalam Pencabutan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Kab Landak

Pantarlih Dantangi Karolin, Laksanakan Coklit Data Pemilih Pemilu 2024

Kab Landak

Kajari Landak Buka MTQ, Dalam Rangka Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-63 Tahun 2023 Pada Kejaksaan Negeri Landak

Kab Landak

OJ Tersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pemungutan Retribusi Tera/Tera Ulang di UPTD Metrologi Legal Kabupaten Landak

Kab Landak

PMI Landak Laksanakan Donor Darah, Bantu Pemerintah Dalam Ketersediaan Darah

Kab Landak

Cepat Dan Tanggap: Jalan Berlubang di Depan Puskesmas Senakin Sudah Ditampal, Masyarat Berterima Kasih
error: Content is protected !!