Home / Nasional

Selasa, 4 Juli 2017 - 22:19 WIB

Butuh 3 Tahun Persiapkan Kalimantan Jadi Ibu Kota RI

JAKARTA, LANDAK NEWS – Pemerintah membutuhkan waktu 3 tahun sampai 4 tahun untuk membangun berbagai infrastruktur dasar, termasuk gedung pemerintahan di Kalimantan sebagai Ibu Kota Indonesia yang baru.

“Mungkin butuh 3-4 tahun untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur dasar, maupun membangun gedung-gedung pemerintahan,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, seperti ditulis Selasa (4/7/2017).

Upaya mewujudkan pemindahan ibu kota ini, Bappenas bekerja sama dengan kementerian terkait. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditunjuk sebagai lead proyek besar tersebut.

Baca juga  PLTGU Jawa 2, Pembangkit PLN yang Efisien dan Ramah Lingkungan

Karena Bambang berharap, pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan bisa terealisasi paling cepat 2018. “Mudah-mudahan 2018-2019 sudah mulai ada kegiatan terkait pemindahan pusat administrasi Ibu Kota,” ucap Mantan Menteri Keuangan itu.

Bappenas menargetkan kajiannya selesai pada 2017. Kajian tersebut, meliputi, penentuan lokasi, estimasi dan skema pendanaan, serta tata kotanya.

“Tadi dibahas dengan Presiden. Intinya kita akan mulai segala proses. Mudah-mudahan kajiannya selesai tahun ini karena ibu kota pastinya di luar Jawa. Kemungkinan besar di Pulau Kalimantan, tapi spesifiknya di mana, itu yang akan di finalkan,” Bambang menerangkan.

Baca juga  Serikat Guru: Batalkan Kebijakan Masuk Sekolah Pukul 05.00

Bambang mengaku, pemerintah akan mendorong pendanaan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan dengan skema public private partnership (PPP). “Kita akan dorong model PPP. Jadi partisipasi swasta kita libatkan,” pungkas dia. (L6)

Share :

Baca Juga

Nasional

ICW: Mayoritas Pelaku Korupsi Divonis Ringan Sepanjang 2023

Nasional

Bagaimana Cara Masyarakat Mengawasi Dana Desa?

Nasional

Jalan Dakwah Ali Jaber, dari Madinah Mengabdi di Indonesia

Nasional

Koalisi Menuntut Jokowi Cabut Keppres Soal HAM Berat Masa Lalu

Nasional

Prabowo yang Pertama Disebut Jokowi, Erick Thohir Enggan Berdiri

Nasional

BNPT Dalami Motif Bom Bunuh Diri Astana Anyar Terkait Kritik KUHP

Nasional

Pemerintah Siapkan Mekanisme Vaksin Booster COVID-19 Berbayar untuk 93,7 Juta Jiwa

Nasional

Presiden Jokowi Bakal Hadiri Vaksinasi Massal COVID-19 Bagi Insan Pers
error: Content is protected !!