Home / Pemda Landak

Selasa, 31 Maret 2020 - 13:04 WIB

Bupati Landak Dukung DAD Berlakukan Hukum Adat Cegah COVID-19

LANDAK – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mendukung keputusan dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak yang memberlakukan hukum adat bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait COVID-19 yang kedapatan masih berkeliaran di tengah masyarakat.

“Saya meminta kerjasama dari semua pihak untuk membatasi penyebaran wabah ini, maka langkah DAD Landak ini kami sambut baik, demi keselamatan bersama,” kata Karolin di Posko Penanganana COVID-19 Kabupaten Landak, Selasa (31/03/20).

Terkait hal itu, Karolin mengimbau kepada masyarakat yang pulang kampung untuk mengisolasi diri 14 hari terlebih dahulu, sebagai bentuk pencegahan.

Menurut Karolin, langkah yang dilakukan DAD sudah sejalan dengan upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam meminimalisir penyebaran COVID-19 di Kabupaten Landak.

“Untuk itu, saya minta kepada semua masyarakat agar bisa bersama-sama melakukan pencegahan, dengan berdiam diri dirumah dan tidak keluar, jika memang tidak memiliki keperluan mendesak,” katanya.

Baca juga  Menjelang Tes Calon Taruna STTD, Dishub gelar simulasi CAT di BKPSDM

Seperti yang diketahui, DAD Landak yang diketuai oleh Heri Saman mengeluarkan instruksi melalui surat dan meminta kepada pengurus DAD yang ada hingga tingkat dusun untuk memberlakukan hukum adat bagi ODP yang masih berkeliaran di tengah masyarakat.

“Menyikapi situasi wabah penularan COVID-19 yang semakin membahayakan maka dengan ini DAD Kabupaten Landak memberikan intruksi sebagai berikut, DDAD Kecamatan/Timanggong Binua/Pasirah dan Pangaraga se-Kabupaten Landak supaya aktif membantu pemerintah setempat dalam melakukan upaya pencegahan penularan COVID-19,” kata Heri Saman.

Pihaknya meminta kepada semua DAD untuk melakukan pemantauan terhadap orang yang datang dari luar daerah kabupaten Landak yang masuk ke Kecamatan/Desa/Binua. Jika orang tersebut berasal dari daerah zona merah virus COVID-19, maka orang tersebut harus melaporkan diri di puskesmas setempat/posco COVID-19.

Baca juga  FGD Karhutla, Bupati Landak Minta Mapping Desa-desa Berpotensi Karhutla

“Ini berlaku untuk semua orang yang baru datang ke Landak, di mana orang tersebut wajib isiolasi diri secara mandiri selama 14 hari,” tuturnya.

Dia menambahkan, apabila ada orang yang dinyatakan ODP/PDP maka pada tahap isolasi diri 14 hari dan masih berjalan-jalan/berkeliaran keluar rumah pergi ketempat umum sehingga berpotensi melakukan penyebaran COVID-19, maka kepada yang bersangkutan akan dikenakan sanksi hukum adat, sesuai dengan hukum adat yang belaku di wilayah masing-masing

“Saya minta kepada semua pengurus DAD dalam mengsosialisasikan dan menerapkan hukum adat ini kepada masyarakat, demi upaya pencegahan,” katanya.

Penulis: MC

 

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Senin, Calon Anggota DPRD Landak Periode 2019-2024 Dilantik

Pemda Landak

Staf Ahli Bupati Hadiri Misa PerdanaL Imam Baru Di Stasi Santo Petrus Keronang Paroki Santo Agustinus Dan Matias Darit

Pemda Landak

Penyerahan DIPA Satker Polres Landak, Kapolres : Gunakan Anggaran Sebaik dan Se Efektif Mungkin

Pemda Landak

MTQ XXXII Provinsi Kalimantan Barat Memasuki Hari Ke-4

Pemda Landak

ASPEMO Kalbar akan Dideklarasikan

Pemda Landak

Byonic Kalbar Gelar Jamda Perdana di Bumi Intan

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Buka Bimtek Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Pemda Landak

Wakil Bupati Landak Buka Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga di Ngabang
error: Content is protected !!