Home / Internasional

Rabu, 23 September 2020 - 13:09 WIB

Kematian Corona AS Lampaui 200 Ribu, Trump Anggap Memalukan

Jakarta – Presiden Donald Trump menanggapi angka kematian akibat virus corona di Amerika Serikat yang saat ini sudah mencapai 200.641 jiwa. Trump menyebut hal itu sebagai hal yang memalukan.

“Saya pikir itu memalukan,” kata Trump kepada awak media, Selasa (22/9).

Setelah mengabaikan pertanyaan Nikki Carvajal dari CNN tentang pesannya kepada rakyat AS terkait lonjakan kematian, Trump pun mengalihkan pembicaraan dengan memberi tanggapan standar tentang pandemi.

Trump menyalahkan China dengan mengatakan bahwa jumlah kematian bisa jauh lebih buruk seandainya dia tidak segera mengambil tindakan.

“Saya pikir jika kami tidak melakukannya dengan benar, Anda akan melihat 2,5 juta kematian. Jika Anda melihat alternatifnya, Anda bisa melihat 2,5 juta kematian atau sekitar itu. Anda bisa melihat jumlah yang jauh lebih banyak,” kata Trump kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih pada Selasa (22/9).

“Dan Anda melihat pidato saya di PBB, China seharusnya menghentikannya di perbatasan mereka. Mereka seharusnya tidak pernah membiarkan (virus) ini menyebar ke seluruh dunia dan itu adalah hal yang mengerikan,” lanjutnya seperti dikutip dari CNN.

Menurut penghitungan Johns Hopkins University, sebanyak 200.182 orang telah meninggal dan 6,86 juta orang dipastikan terinfeksi virus corona di Amerika Serikat.

Baca juga  SAT BINMAS POLRES LANDAK BAGIKAN BUKU GRATIS KEPADA SISWA SLB NEGERI NGABANG

AS memiliki angka kematian tertinggi di dunia selama beberapa bulan terakhir. Secara keseluruhan, AS mengumbang empat persen dari total populasi dunia dan 20 persen kematian akibat Covid-19.

Para kritikus mengatakan statistik tersebut mengungkap kegagalan pemerintahan Trump untuk memenuhi ujian beratnya menjelang pemilihan umum.

“Karena kebohongan dan ketidakmampuan Donald Trump dalam empat bulan terakhir, (kami) telah melihat salah satu kerugian terbesar dalam kehidupan Amerika dalam sejarah,” ujar calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, Senin (21/9).

Senada, Ketua DPR Nancu Pelosi juga menyalahkan lonjakan korban karena adanya disinformasi dan kelalaian Trump, termasuk tindakannya menutup-nutupi sifat bencana dari virus itu.

Baca juga  Amazon Hapus Aplikasi Al-Quran, Alkitab dari Apple Store di China

Sebaliknya, dalam Sidang Umum PBB Trump justru mengklaim sudah mengendalikan wabah dan bertaruh pada persetujuan penggunaan vaksin corona.

“Kami akan mendistribusikan vaksin, kami akan mengalahkan virus, dan kami akan memasuki era baru kemakmuran, kerja sama, dan perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump dalam pesan yang direkam kepada Majelis Umum PBB pada Selasa.

Tapi sebagian besar ahli berpendapat bahwa bertaruh pada vaksin bukanlah strategi yang dapat dijalankan. Tanpa menggunakan masker, menjaga jarak, melacak kontak fisik, dan tanpa peningkatan pengujian, puluhan ribu orang masih terancam meninggal sebelum kehidupan di AS kembali normal. (CNNIN)

Share :

Baca Juga

Internasional

Peringatan Tsunami, WNI di Selandia Baru Diminta Evakuasi

Internasional

Detik-detik Kontestan Indonesia Bikin Pecah America’s Got Talent, Juri Sampai Standing Ovation

Internasional

Dikucilkan, Qatar Minta Warganya Tinggalkan UEA

Internasional

Ukiran Batu Berusia 2.700 Tahun Ditemukan di Mosul, Irak

Internasional

Greenpeace Indonesia: Tiga Fokus Isu Perubahan Iklim Jokowi Baik, Tapi Kontraproduktif

Internasional

Korut Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Internasional

AS Putuskan Akses Rusia terhadap Dolar 3 jam yang lalu

Internasional

Indonesia Kutuk Undang-Undang Israel yang Melarang UNRWA
error: Content is protected !!