Home / Internasional

Senin, 20 November 2023 - 08:26 WIB

Greenpeace Indonesia: Tiga Fokus Isu Perubahan Iklim Jokowi Baik, Tapi Kontraproduktif

Greenpeace Indonesia, kelompok yang memperjuangkan isu iklim dan energi, menilai tiga fokus utama yang disampaikan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi isu perubahan iklim, merupakan sesuatu yang baik tetapi kontraproduktif.

JAKARTA (VOA) —Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Asia Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) di Kota San Fransisco, Amerika Serikat (AS), baru saja berakhir pekan lalu. Beragam isu dibahas, termasuk upaya menyelamatkan lingkungan hidup dan menghadapi perubahan iklim yang makin ekstrem. Melanjutkan komitmen para pemimpin APEC dalam “Visi APEC Putrajaya 2040,” para pemimpin di KTT APEC kali ini sepakat mengembangkan Inisiatif Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Initiative/ JETI) melalui kelompok-kelompok kerja energi. JETI diproyeksikan akan mengikutsertakan tenaga kerja, perusahaan dan investor swasta, serta masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang adil dan inklusif. Di atas kertas, JETI didorong untuk melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), perempuan dan pihak lain yang selama ini belum diikutsertakan yaitu masyarakat adat.

Presiden Joko Widodo menghadiri sesi di KTT APEC di San Francisco, 16 November 2023. (Foto: Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo menghadiri sesi di KTT APEC di San Francisco, 16 November 2023. (Foto: Biro Setpres)
Dalam forum itu, Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan tiga fokus utama yaitu mewujudkan transisi energi yang berkeadilan, kolaborasi yang setara, saling menguntungkan dan sejalan dengan Dokumen Bangkok tentang Economy and Prinsip Transaksi Energi yang adil. Fokus kedua adalah memastikan agar setiap ekonomi memiliki akses pada teknologi hijau yang terjangkau, berkelanjutan, dan modern; yang memerlukan transfer teknologi, pengembangan kapasitas, dan akses terhadap mineral kritis. Dan fokus ketiga adalah, mendorong mekanisme pembiayaan yang inovatif.

Baca juga  Setahun Pemerintahan Taliban: Ekonomi Masih Buruk, Hak Perempuan Masih Dibatasi

“Indonesia ingin jalin kerja sama investasi pengelolaan cadangan nikel untuk ekosistem baterai EV guna memastikan energi bersih tersedia bagi semua, sesuai prinsip no one left behind,” kata Jokowi.

Biden Bahas Perubahan Iklim Global dengan Pemimpin APEC
Greenpeace Indonesia, yang selama ini memperjuangkan isu iklim dan energi, menilai pesan yang disampaikan presiden dalam KTT APEC itu baik, tetapi kontraproduktif.

“Nah ini yang kami lihat sebagai kontraproduktif. Di satu sisi pak Jokowi ingin supaya transisi energi cepat terjadi dengan dukungan negara maju tetapi di sisi lain, pak Jokowi juga membuka ruang pengrusakan alam Indonesia, membuka ruang tetap menggunakan energi kotor karena rencana yang dimiliki pemerintah Indonesia untuk menunjang industri ekstraktif itu tetap menggunakan PLTU batubara. Dan ini yang kita sesalkan. Dan ini berbahaya ke depannya,” kata pengkampanye Greenpeace Indonesia Didit Haryo Wicaksono mengatakan

Baca juga  Paus Kutuk Sikap 'Irasional' terhadap Senjata Nuklir

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di KTT APEC di San Francisco, 16 November 2023. (Foto: Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di KTT APEC di San Francisco, 16 November 2023. (Foto: Biro Setpres)
Ditambahkannya, industri nikel dan lainnya akan menggunakan PLTU-PLTU kawasan dengan ukuran yang sangat besar, yaitu hampir 14 gigawatt, yang siap dibangun dalam beberapa tahun ke depan. Sangat kuatnya pengaruh pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan besar dari industri batu bara membuat kebijakan yang ada tetap memberikan kesempatan industri batu bara untuk berkembang.

Padahal, tambah Didit, Indonesia sebenarnya dapat meninggalkan penggunaan batubara karena potensi energi terbarukan yang dimanfaatkan baru mencapai 0,3 persen. Pertanyaannya kemudian adalah apakah pemerintah serius mengembangkan energi terbarukan dan benar-benar meninggalkan batubara yang berdampak sangat besar terhadap perubahan iklim. [fw/em]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Trump: Bersiaplah Rusia, Rudal akan Datang di Suriah!

Internasional

Dalam KTT G20, Menlu Rusia Kritik Barat dan 2 Kali ‘Walk Out’

Internasional

Setelah Saudi, Giliran Cina Gertak NATO: Jangan Bikin Kacau di Asia!

Internasional

AS Kembali Sanksi Dua Pemimpin Junta Militer Myanmar

Internasional

Para Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat kepada Trump

Internasional

Menteri Israel: Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Tak Berguna!

Internasional

KTT APEC Selesai, Prabowo Diberi Selendang hingga Salaman dengan Presiden Peru

Internasional

Zelenskyy Lanjut Bersih-bersih Kabinet, Pecat Pejabat Senior Keamanan
error: Content is protected !!