Home / Kab Landak

Kamis, 3 Maret 2022 - 18:44 WIB

Warga Ngabang Dambakan Air Sungai Landak Jernih Kembali

Air sungai Landak tak sejernih ditahun 1980 an. Kini Air tersebut seperti air susu coklat.

Air sungai Landak tak sejernih ditahun 1980 an. Kini Air tersebut seperti air susu coklat.

Ngabang (Landak News) – Masyarakat Ngabang Kabupaten Landak. Mendambakan air sungai Landak jernih seperti tahun 1980 an. Keadaan air sungai Landak, berbeda terbalik dengan tahun-tahun di massa Sekolah Dasar (SD) kala itu.

Jika dulu airnya jernih dan kita bisa melihat ikan-ikan berenang.  Kini, air sungai Landak itu berubah seperti  air susu coklat.

Tradisi masyarakat Ngabang air Sungai Landak  ditahun 80m an sebagai sumber air untuk diminum, jika masuk musim kemarau air ini sebagai sumber air minum warga.  Warga berenang ketengah  sungai untuk  mengambil air dengan mengunakan drigen yang dibawa. Tentu, airnya   jernih  sekali.

Zaman  sudah berubah air yang jenih itu hilang bak ditelan ombak dilautan yang tadinya ikan bisa dilihat sekarang hilang sinar airnya sudah bercampur lumpur menjadi warna kuning kecoklatan. Warga jika ingin memancing sudah jauh  di ujung perhulan dan hilir  sungai. Demikian juga hasil memukat dan menjala, tidak sesuai dengan yang diharapakan. Berubahnya air sungai ini diduga tercemar pertambangan diperhuluan sungai dan tambang pasir.

Baca juga  Ini Lho Jadwal Masyarakat Bila Ingin Jadi Pantarlih untuk Pilkada 2024

“Dulunyanya sih air ini bisa untuk diminum. Nyucipun enak, cuman sekarang airnya agak keruh., agak kuning. Solanya diujung sungai orang banyak melakukan pertambangan. Dulu sangat jauh beda, sekarang air minum dari air leding atau air hujan ditampung dalam tempayan,” kata Sabaniah Warga  Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang.

Air Sungai Landak memang sudah tidak jernih lagi, namun harapan warga air yang sudah berubah warna ini bisa jenih kembali seperti sedia kala.  Masyarakat bisa memancing iklan, menjala ikan, memukat ikan,   mandi, dan berenang.

Baca juga  Ibu Herlina, Pungli Kita Basmi

Mungkin ini harapan tinggal harapan, untuk menjernihkan air sungai Landak harus bebas dari segala kegiatan pertambangan  emas maupun pertambangan pasir.

Tugas ini bukan hanya dipundk aparat penegak hukum, namun harus ada kesadaran langsung dari masyarakat  setempat.

Namun, lagi-lagi masalah ini bukan semudah membalik telapak tangan atau sim salabim, tapi masalah ini terkait soal perut.  Selama masalah perut belum selesai, hal ini akan terus terjadi.

Berapa banyak oaramg-orang berkerja dipertambangan ini? Bisa ratusan, bahkan ribuan orang. (H)

Share :

Baca Juga

Kab Landak

Puncak Perayaan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-63, Kejari Landak Gelar Upacara

Kab Landak

Akhirnya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan  Perolehan Suara Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten Landak  Selesai

Kab Landak

Kadis Lingkungan Landak Minta Warga Patuhi Jam Buang Sampah Di TPS Pasar Rakyat Ngabang

Kab Landak

Akibat Cuaca Ekstrim: Penyakit Dominan DBD, Flu, Batuk dan ISPA

Kab Landak

Bupati Karolin Serahkan SK kepada 40 PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak

Kab Landak

Anggota RAPI Ikuti BO

Kab Landak

Kejari Landak Musnahkan Barang Bukti dari 27 Perkara, Didominasi Kasus Narkotika

Kab Landak

PENGUMUMAN SYARAT PENDAFTAR BAKAL CALON KEPALA DAERAH PILKADA TAHUN 2024 KABUPATEN LANDAK
error: Content is protected !!