Home / Internasional

Rabu, 16 November 2022 - 07:15 WIB

G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia

  Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara selama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. (Dita Alangkara/Pool via REUTERS)  mohon tunggu  (2/2) 
Para delegasi menghadiri sesi pertama KTT G20 di Bali, 15 November 2022. (Foto: Ryan Carter/UAE Presidential Court via REUTERS)  Link has been copied to clipboard     Beranda  Video  Polygraph  Daftar Program  Learning English  Ikuti Kami           Bahasa-bahasa 
   Cari    site logosite logo
Presidensi G20 Indonesia      Live  G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia  share 
      G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia  15/11/2022  Reuters  Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara selama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. (Dita Alangkara/Pool via REUTERS) 
  Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara selama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. (Dita Alangkara/Pool via REUTERS)  Teruskan 
         
  Lihat komentar   Print  Para pemimpin negara-negara Kelompok 20 (G20), Selasa (15/11), sedang mempertimbangkan rancangan resolusi yang mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan bahwa itu memperburuk kerentanan dalam ekonomi global. Reuters mendapat informasi itu dari keterangan sejumlah diplomat. Kantor berita itu bahkan telah melihat langsung salinan rancangan resolusi setebal 16 halaman itu.  Masih menurut Reuters, rancangan resolusi itu belum diadopsi para pemimpin dan kemungkinan akan ditentang Rusia. Para diplomat mengatakan, keputusan terkait resolusi itu tidak mungkin diambil sebelum Rabu.

Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara selama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. (Dita Alangkara/Pool via REUTERS) mohon tunggu (2/2) Para delegasi menghadiri sesi pertama KTT G20 di Bali, 15 November 2022. (Foto: Ryan Carter/UAE Presidential Court via REUTERS) Link has been copied to clipboard   Beranda Video Polygraph Daftar Program Learning English Ikuti Kami      Bahasa-bahasa   Cari  site logosite logo Presidensi G20 Indonesia   Live G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia share    G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia 15/11/2022 Reuters Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara selama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. (Dita Alangkara/Pool via REUTERS)  Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara selama KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022. (Dita Alangkara/Pool via REUTERS) Teruskan       Lihat komentar  Print Para pemimpin negara-negara Kelompok 20 (G20), Selasa (15/11), sedang mempertimbangkan rancangan resolusi yang mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan bahwa itu memperburuk kerentanan dalam ekonomi global. Reuters mendapat informasi itu dari keterangan sejumlah diplomat. Kantor berita itu bahkan telah melihat langsung salinan rancangan resolusi setebal 16 halaman itu. Masih menurut Reuters, rancangan resolusi itu belum diadopsi para pemimpin dan kemungkinan akan ditentang Rusia. Para diplomat mengatakan, keputusan terkait resolusi itu tidak mungkin diambil sebelum Rabu. "G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, namun kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi ekonomi global," kata rancangan tersebut. Pertemuan para menteri G20 pada masa lalu telah gagal menghasilkan deklarasi bersama karena ketidaksepakatan antara Rusia dan para anggota lain tentang bahasa, termasuk tentang bagaimana menggambarkan perang di Ukraina. KTT di Bali, menandai pertama kalinya para pemimpin G20 bertemu sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, yang digambarkan Rusia sebagai "operasi militer khusus." Perang dan kekhawatiran akan inflasi global, ketahanan pangan dan energi telah membayangi pertemuan tersebut.

VOA – Para pemimpin negara-negara Kelompok 20 (G20), Selasa (15/11), sedang mempertimbangkan rancangan resolusi yang mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan bahwa itu memperburuk kerentanan dalam ekonomi global. Reuters mendapat informasi itu dari keterangan sejumlah diplomat. Kantor berita itu bahkan telah melihat langsung salinan rancangan resolusi setebal 16 halaman itu.

Masih menurut Reuters, rancangan resolusi itu belum diadopsi para pemimpin dan kemungkinan akan ditentang Rusia. Para diplomat mengatakan, keputusan terkait resolusi itu tidak mungkin diambil sebelum Rabu. “G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, namun kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi ekonomi global,” kata rancangan tersebut.

Pertemuan para menteri G20 pada masa lalu telah gagal menghasilkan deklarasi bersama karena ketidaksepakatan antara Rusia dan para anggota lain tentang bahasa, termasuk tentang bagaimana menggambarkan perang di Ukraina.

KTT di Bali, menandai pertama kalinya para pemimpin G20 bertemu sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, yang digambarkan Rusia sebagai “operasi militer khusus.”

Perang dan kekhawatiran akan inflasi global, ketahanan pangan dan energi telah membayangi pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidato virtual mengatakan kepada KTT itu bahwa sekaranglah waktunya untuk menghentikan perang Rusia di negaranya berdasarkan rencana yang telah diusulkannya “secara adil dan berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional.” Ia menyerukan untuk pemulihan “keamanan radiasi” sehubungan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia; memperkenalkan pembatasan harga pada sumber daya energi Rusia; dan memperluas inisiatif ekspor biji-bijian.

KTT G20 dibuka dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyerukan persatuan dan tindakan nyata untuk memperbaiki ekonomi global meskipun ada keretakan yang mendalam akibat perang.

“Kita tidak punya pilihan lain, kolaborasi diperlukan untuk menyelamatkan dunia,” katanya. “G20 harus menjadi katalis untuk pemulihan ekonomi inklusif. Kita tidak boleh membagi dunia menjadi beberapa bagian. Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lagi.”

Para delegasi menghadiri sesi pertama KTT G20 di Bali, 15 November 2022. (Foto: Ryan Carter/UAE Presidential Court via REUTERS)
Para delegasi menghadiri sesi pertama KTT G20 di Bali, 15 November 2022. (Foto: Ryan Carter/UAE Presidential Court via REUTERS)

G20, yang mencakup negara-negara mulai dari Amerika Serikat, Rusia dan Brasil hingga India, Arab Saudi, dan Jerman, menyumbang lebih dari 80% produk domestik bruto dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia.

Invasi Rusia ke Ukraina memicu seruan dari beberapa pemimpin Barat untuk memboikot KTT dan membatalkan undangan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi Indonesia menolak untuk melakukannya.

Rusia mengatakan Putin terlalu sibuk untuk hadir dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menggantikannya. Lavrov menolak laporan kantor berita pada Senin bahwa ia telah dibawa ke rumah sakit di Bali karena kondisi jantung dan hadir dalam pertemuan tersebut. Ia tetap berada dalam ruangan sewaktu Zelenskyy menyampaikan pidato, kata para delegasi. [ab/ka]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Warga Singapura Berbondong-bondong Buru Vaksin Sinovac

Internasional

Ilmuwan Teliti Banjir Besar Era Nabi Nuh, Apakah Benar-benar Terjadi?

Internasional

Suhu Sydney 47C, Warga Diminta Tak Keluar Rumah

Internasional

Rencanakan Bunuh Dubes Myanmar untuk PBB, 2 Pria Myanmar Ditangkap di AS

Internasional

Ukiran Batu Berusia 2.700 Tahun Ditemukan di Mosul, Irak

Internasional

Malaysia dan Singapura Keluhkan Asap Karhutla Indonesia, Ini Tanggapan Jokowi

Internasional

Menteri Israel: Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Tak Berguna!

Internasional

Trump akan Gelar G7 di Resor Golf Miliknya Picu Kritikan
error: Content is protected !!