Home / Kab Landak

Sabtu, 21 Desember 2024 - 21:41 WIB

Tiga Terdakwa Korupsi SPB Pertades di Landak Divonis Pengadilan Tipikor Pontianak

Pontianak – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak kembali menggelar sidang pembacaan Putusan untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait Pekerjaan Pembangunan Stasiun Pengiasian Bahan Bakar (SPB) PERTADES di Kabupaten Landak Tahun 2020 hingga 2021.

Sidang Putusan terdakwa SPA, terdakwa SA dan terdakwa in Absensia IA masing masing dituntut dalam berkas perkara terpisah disampaikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pontianak Kelas IA , Jumat (20/12/2024) kemarin,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak, Hetty Cahyaningrum, S.H. melalui Kasi Pidsus Yoppy Gumala, S.H.,M.H. dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Sabtu (21/12/24).

Majelis Hakim sependapat dengan tuntutan dari Penuntut Umum bahwa Terdakwa SA terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan menjatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun. Selain itu, Majelis Hakim juga memutuskan agar Terdakwa SA membayar denda sebesar Rp300.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, akan digantikan dengan pidana kurungan selama 4 bulan. Selain itu, Terdakwa SA harus membayar uang pengganti sebesar Rp 601.000.000 subaidair kurungan penjara selama 2 tahun jika tidak dapat membayar jumlah tersebut.

Baca juga  Antusias Masyarakat Hadiri Baksos PMI Pada Perayaan KFS ke 99 Tahun

Terdakwa IA (DPO) terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) UU PTPK. Ia dijatuhi pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp400.000.000. Apabila denda tersebut tidak dibayar, akan digantikan dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Selain itu, hakim memutuskan agar Terdakwa IA membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp579.310.000 atau terdakwa akan menjalani hukuman penjara selama 4 tahun jika tidak mampu membayar.

Sedangkan Terdakwa SP terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU PTPK sehingga ia dikenakan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp50.000.000 yang apabila tidak dibayar akan digantikan dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Selain itu, Terdakwa SP diwajibkan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp111.000.000, yang harus dibayar dalam waktu 1 bulan. Jika tidak dapat membayar, Terdakwa akan menjalani hukuman penjara selama 8 bulan.

Baca juga  Aiptu Rudiyansyah Sampaikan Protokol Kesehatan di Masjid IQRA

Dalam perkara ini, untuk sementara Kejaksaan Negeri Landak telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp110.310.000 yang akan disetorkan ke rekening kas negara.

Terhadap putusan tersebut baik para terdakwa dan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Landak mengambil sikap untuk pikir-pikir selama 7 hari sebelum putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. (R)

Share :

Baca Juga

Kab Landak

1 Kasus Ditemukan, Pemda Landak Gelar Pencanangan Imunisasi JE

Kab Landak

Kejari Landak Gelar Kampanye Antikorupsi, Ajak Masyarakat “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”

Kab Landak

DPD. Perwacitra Landak Bagikan Takjil di Kota Ngabang

Kab Landak

KPH Landak Klarifikasi Terkait Dugaan Penggunaan Material dari Hutan Lindung

Kab Landak

BERITA FOTO: Samkel Berikan Layanan Kepada Masyarakat

Kab Landak

Kejaksaan Negeri Landak Gelar Festival Ramadhan

Kab Landak

Petani Plasma Tuntut  Aswat CS Dibebaskan

Kab Landak

Pasangan KREN Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Landak 2025-2030
error: Content is protected !!