Kepala SMAN 1 Ngabang, Kornelia Katorowilian, S.Pd. (Foto: Bang One)
NGABANG, Landak News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ngabang, Kabupaten Landak, terus berjalan dengan sejumlah perbaikan sejak mulai diterapkan pada awal tahun ini. Pihak sekolah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menyepakati mekanisme distribusi makanan agar penyalurannya berlangsung tertib dan tepat waktu.
Kepala SMAN 1 Ngabang, Kornelia Katorowilian, S.Pd, mengakui pada tahap awal pelaksanaan program sempat muncul sejumlah kendala, terutama dalam proses penyaluran makanan kepada seluruh penerima manfaat yang jumlahnya cukup banyak.
“Pada awal pelaksanaan memang ada beberapa kendala. Namun seiring berjalannya waktu, melalui koordinasi yang baik, kendala tersebut dapat kami atasi. Salah satunya terkait penyaluran makanan kepada siswa yang jumlahnya cukup banyak,” ujar Kornelia.
Ia menjelaskan, sebanyak 27 kelas di SMAN 1 Ngabang menjadi penerima manfaat Program MBG. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, sekolah dan pihak SPPG telah menyepakati jadwal pengiriman makanan setiap hari.
Menurut Kornelia, makanan dikirim sekitar pukul 10.00 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat kedua siswa.
“Hingga saat ini pengiriman makanan berjalan tepat waktu, yakni sekitar pukul 10.00 saat jam istirahat kedua. Jadwal tersebut dipilih agar proses distribusi lebih efektif dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program, pihak sekolah membentuk tim khusus yang melibatkan wakil kepala sekolah, bagian humas, bidang kesiswaan, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tim ini bertugas menjadi penghubung antara sekolah dengan pihak SPPG apabila terdapat kendala di lapangan.
Selain itu, sekolah juga mengimbau para siswa membawa wadah makan dari rumah. Langkah tersebut dilakukan agar makanan tetap dapat dibawa pulang apabila siswa belum sempat menyantapnya karena mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau aktivitas lainnya.
Kornelia menambahkan, variasi menu makanan juga sempat menjadi perhatian pada awal pelaksanaan program. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan pihak penyedia, menu yang disajikan kini semakin beragam.
“Program ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa. Pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pihak penyedia makanan dapat terus menghadirkan variasi menu yang lebih beragam sehingga siswa semakin antusias mengikuti Program Makan Bergizi Gratis. (One)









