Home / Nasional

Minggu, 27 Agustus 2017 - 07:50 WIB

Jurnalis Online Indonesia Desak Polisi Usut Tuntas Aktor Saracen

Pengurus Jurnalis Online Indonesia, Badar Subur dengan Hamdan Zoelva.

JAKARTA, LANDAK NEWS  – Jurnalis Online Indonesia (JOIN) mengecam keberadaan Saracennews.com yang kerap menyebarkan kabar-kabar hoax dan provokasi. JOIN juga meminta polisi bertindak tegas dan Pemerintah segera menutup akun-akun yang tergabung dalam jaringan tersebut.

“Keberadaan Saracennews.com jelas banyak mudaratnya, polisi harus bersikap tegas mengusut siapa aktor Saracen. Pemerintah perlu mengambil langkah berupa pencabutan izin online tersebut,” ujar Ketua DPW Jurnalis Online Indonesia (JOIN) DPW Banten kepada wartawan kepada wartawan, Sabtu (26/8/2017).

“Siapapun dia yang berada di belakang Saracen harus ditindak,” sambungnya.

Badar menyebutkan bahwa media yang baik menjalankan tugasnya dipagari norma dan etika yang tercantum di dalam Undang-Undang Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 yang mengatur fungsi Pers.

Baca juga  Jokowi Lanjutkan PPKM per Level Sampai 16 Agustus

“Pers nasional sebagai wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya. Bukan memprovokasi seperti Sarecennews.com,” tandas Badar.

Badar melihat kehadiran Saracennews.com dapat mempengaruhi atmosfir politik jadi buruk karena berita-berita yang disajikan cenderung provokatif tanpa melakukan kroscek dan konfirmasi idealnya sebuah berita.

Saracennews.com menurutnya tak mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik. Karenanya, Dewan Pers diminta bersikap tegas terhadap hal itu.

Badar menilai apa yang dilakukan Saracennews.comhanyalah menyebarkan berita-berita yang sengaja memancing reaksi negatif para pembacanya dan bermuatan kepentingan politik tertentu yang mendompleng lewat berita provokasi terhadap pemerintah.

Baca juga  Media Asing Ramai-ramai Soroti Pelantikan Prabowo-Gibran, Apa Kata Mereka?

“Keberadaan Saracennews.com jelas berdampak buruk terhadap media yang menjalankan kaidah tugasnya dengan benar. Sebagai orang media, saya meminta supaya itu ditutup, karena jika tidak diambil sikap tegas akan berdampak buruk terhadap labelisasi pers di mata masyarakat,” ucap Badar.

Badar berharap masyarkat kritis dan tidak menelan mentah-mentah atau percaya terhadap media-media yang menyebarkan berita hoax. “Kita harus memerangi hoax dan media seperti itu jangan diberi ruang sedikitpun karena mengancam kredibilitas pers,” tutupnya.  (R)

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Tunjuk Kepala Badan Pangan Nasional Jadi Plt Menteri Pertanian

Nasional

Lembaga HAM Menilai Penghapusan Nama Soeharto dalam TAP MPR, Keputusan Keliru

Nasional

Presiden Prabowo dan Menteri Kabinet Merah Putih Tinggalkan Akmil Magelang,Warga Histeris Teriak

Nasional

Indonesia, Malaysia, Uni Eropa Rancang Panduan Aturan Deforestasi untuk Petani Kecil

Nasional

Mahasiswa AS Belajar Bahasa Indonesia Melalui Program Imersi

Nasional

Kemenkeu Tanggapi Laporan Bank Dunia

Nasional

IPW : TNI Diperlukan Untuk Membantu Polri Dalam Mengatasi Terorisme

Nasional

KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
error: Content is protected !!